KPAI Dukung Pembelajaran Tatap Muka Asal Penuhi Syarat Ini

Kevi Laras, MNC Portal · Selasa 31 Agustus 2021 18:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 65 2464017 kpai-dukung-pembelajaran-tatap-muka-asal-penuhi-syarat-ini-PXspAetks0.jpg Foto: Illustrasi Sindonews

JAKARTA - Penerapan kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) di Jakarta dimulai kembali pada Senin (30/8/2021). Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam hal ini mendukung dengan ada beberapa syarat yang harus diperhatikan.

Salah satu concern saat ini KPAI melakukan pengawasan terhadap kesiapan satuan pendidikan untuk menyiapkan pembelajaran tatap muka.

"Salah satu concern kita saat ini adalah pengawasan terhadap kesiapan satuan pendidikan untuk menyiapkan pembelajaran tatap muka," tutur Ketua KPAI, Susanto saat dihubungi oleh MPI, Selasa (31/8/2021).

Baca juga:  Sekolah Pastikan Semua Siswa yang Ikut PTM dalam Keadaan Sehat

Dalam hal ini KPAI mendukung PTM di masa pandemi dengan memenuhi syarat-syarat, antara lain:

Pertama, Sekolah/madrasah dipastikan sudah memenuhi segala syarat dan kebutuhan penyelenggaraan PTM terbatas. Termasuk protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 dapat terpenuhi. Jika belum maka pemerintah harus membantu pemenuhannya.

Baca juga: Ekonomi Sulit di Tengah Pandemi, Siswa Kenakan Seragam Lama saat PTM

Kedua, Sekolah/madrasah harus dipastikan vaksinasinya mencapai minimal 70% warga sekolah sudah divaksin, mengingat sudah ada program vaksinasi anak usia 12-17 tahun, hal ini sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan badan kesehatan dunia, WHO.

Ketiga, Pemerintah Daerah harus jujur dengan positivity rate daerahnya, dengan ketentuan menurut WHO bahwa positivity rate di bawah 5% baru aman membuka sekolah tatap muka. Untuk itu, maka 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) perlu ditingkatkan, bukan dikurangi agar positivity ratenya menjadi rendah.

Keempat, Karena PJJ dan PTM dilaksanakan secara beriringan maka perlu ada pemetaan materi tiap mata pelajaran, materi mudah dan sedang di berikan di PJJ dengan bantuan modul, dan materi yang sulit disampaikan saat PTM, agar ada interaksi dan dialog langsung antara peserta didik dengan pendidik.

Kelima, KPAI mendorong 5 SIAP menjadi dasar bagi pembukaan sekolah di Indonesia, yaitu Siap aerahnya, Siap sekolahnya, Siap gurunya, Siap orang tuanya dan Siap Anaknya. Jika salah satu dari lima tersebut belum siap, sebaiknya tunda buka sekolah tatap muka di masa pandemi covid-19.

Keenam, KPAI mendorong Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan provinsi/kabupaten/kota perlu melakukan nota kesepahaman terkait pendamping sekolah dalam PTM dan Vaksinasi Anak.

Sekolah perlu mendapat edukasi dan arahan dalam penyusunan protokol kesehatan/SOP AKB di satuan pendidikan. Selain itu, sekolah dapat mengakses layanan fasilitas kesehatan terdekat ketika ada situasi darurat, misalnya ditemukan kasus warga sekolah yang suhunya di atas 37,3 derajat atau ada warga sekolah yang pingsan saat PTM berlangsung. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini