Aplikasi ParuKu UI Raih Penghargaan di NUS Medical Grand Challenge

Neneng Zubaidah, Koran SI · Kamis 26 Agustus 2021 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 26 65 2461330 aplikasi-paruku-ui-raih-penghargaan-di-nus-medical-grand-challenge-PlhlMocyxE.jpg foto: istimewa

JAKARTA - Inovasi aplikasi ParuKu karya Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mendapat perhatian besar dan terpilih meraih penghargaan People's Choice Award dalam ajang internasional NUS Medical Grand Challenge 2021 yang diselenggarakan oleh National University of Singapore secara daring pada 21 Agustus 2021.

ParuKu adalah sebuah aplikasi chatbot berbasis Artificial Intelligence yang membantu menemani masyarakat Indonesia dalam menentukan keputusan selama pandemi Covid-19.

Baca juga: Melalui IISMA, 92 Mahasiswa UI Akan Belajar 1 Semester di Kampus Ternama Asia-Eropa

Aplikasi ParuKu menyediakan beberapa layanan berupa informasi jadwal dan lokasi vaksinasi, informasi ketersediaan bed rumah sakit pelayanan Covid-19, serta rekomendasi laboratorium untuk tes diagnostik Covid-19 berdasarkan lokasi pengguna dan kapasitas fasilitas kesehatan. Ide penciptaan inovasi ParuKu bermula dari fenomena di masyarakat yang khawatir terinfeksi Covid-19 ketika mengunjungi rumah sakit atau sektor kesehatan lain selama pandemi.

Baca juga:  Hasil Riset Energi Terbarukan FTUI Dapat Pengakuan Internasional

Di sisi lain, masyarakat perlu mengantre dalam waktu yang lama untuk menerima pelayanan kesehatan, sehingga ada kemungkinan terinfeksi. ParuKu diharapkan mampu mengurangi durasi waktu yang harus disediakan untuk proses administrasi dalam menerima pelayanan kesehatan. Selain itu, membuat penggunanya dapat “mengunjungi” fasilitas kesehatan di waktu yang tepat tanpa perlu mengantre dalam waktu lama.

Aplikasi tersebut merupakan karya kolaborasi dari mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) UI. Tim ParuKu terdiri dari Farhana Ibrahim Syuaib (FK 2018), Mutiara Auliya Firdausy (FK 2018), Rachelya Nurfirdausi Islamah (FK 2018), Rania Rifdah Taufiq (FK 2018), Dinda Inas Putri (Fasilkom 2018), Hanif Ibrahim Syuaib (Fasilkom 2020), Shafira Ayu Maharani (Fasilkom 2018), dan Siti Khadijah (Fasilkom 2018).

Aplikasi ParuKu merupakan salah satu solusi inovatif dari 16 tim peserta dalam kompetisi NUS Medical Grand Challenge 2021 yang dinilai oleh panel juri yang memiliki latar belakang kepakaran dari berbagai industri seperti teknologi informasi, perawatan kesehatan, dan teknik. Setiap tim mewujudkan proposal mereka dan ide-ide mereka dinilai berdampak pada perawatan kesehatan, inovasi, strategi bisnis, pemasaran, dan komersialisasi.

Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB mengungkapkan rasa senang dan bangganya akan prestasi yang berhasil dicapai oleh tim ParuKu.

“Apa yang dicapai oleh tim ParuKu sekali lagi membuktikan bahwa pandemi tidak boleh menjadi halangan bagi sivitas UI untuk terus mencapai prestasi. Tetap semangat dalam berinovasi dan berkolaborasi untuk menghasilkan karya-karya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Saya mengucapkan selamat bagi tim ParuKu. Saya juga mengapresiasi para pembimbing yang tidak kenal lelah dalam mempersiapkan mahasiswa dengan semaksimal mungkin. Semoga prestasi yang diraih dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkembang selama kuliah di FKUI,” katanya melalui siaran pers.

Sementara itu, Pejabat Dekan Fasilkom UI, Dr. Petrus Mursanto, menyampaikan bahwa aplikasi ini merupakan karya inovatif hasil kolaborasi multidisiplin mahasiswa UI.

“Kompetensi mahasiswa bidang TIK menjadi sarana solutif bagi permalasahan di bidang kesehatan. Mudah-mudahan kolaborasi lintas disiplin ini dapat terus kita tingkatkan sebagai kontribusi nyata insan pendidikan bagi bangsa,” ujarnya.

Mutiara Auliya Firdausy, salah seorang anggota Tim ParuKu berharap aplikasi ini dapat secara luas dimanfaatkan di banyak daerah dan dapat membantu percepatan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Farhana Ibrahim Syuaib menambahkan,

“Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing kami, yakni Prasandhya Astagiri Yusuf, S.Si., M.T., Ph.D. yang senantiasa mendukung kami selama enam bulan menjalani rangkaian kegiatan,” pungkasnya. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini