Share

Kenalkan Platform Alef, Kemenag Targetkan 500 Ribu Siswa Madrasah Dapat Pembelajaran Digital

Widya Michella, MNC Media · Jum'at 20 Agustus 2021 12:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 20 624 2458333 kenalkan-platform-alef-kemenag-targetkan-500-ribu-siswa-madrasah-dapat-pembelajaran-digital-WNjr0bnXdL.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Kemenag RI bekerjasama dengan Alef Education sebuah lembaga yang berbasis di Uni Emirat Arab telah membuat aplikasi belajar digital, untuk siswa kelas 7 madrasah dan seluruh guru di Indonesia dalam "Platform Alef".

Platform ini memberikan 9 keunggulan seperti materi pembelajaran menarik, games mendidik,tambahan sumber pengetahuan,model penggunaan yang fleksibel, penilaian formatif dan sumatif, data langsung, umpan balik dan fitur bintang, fitur tugas, serta ulasan akhir bab. Platform Alef pun telah dipercaya oleh lebih dari 100.000 siswa dan 4.000 guru Madrasah di Indonesia.

Baca juga:  Masjid Istiqlal Segera Miliki Perpustakaan Islam Modern Berbasis Digital

"Dalam rangka mencapai Madrasah Cakap Digital, Kemenag bekerjasama dengan Alef Education untuk menunjang proses pembelajaran seluruh guru dan siswa kelas 7 madrasah, dengan menyediakan konten video, games, dan soal-soal Matematika yang menciptakan suasana belajar lebih menyenangkan," tulis Kemenag seperti yang dikutip pada akun Instagramnya, Jumat(20/8/2021).

Baca juga:  Kementerian Agama Dukung Upaya Laznas IZI Salurkan Bantuan Keluarga Tangguh

Sebelumnya, program reformasi madrasah yang dirilis pada Oktober 2020 terus bergulir. Tahun ini ditargetkan ada 500 ribu siswa madrasah akan mendapat akses pembelajaran digital dengan teknologi terkini.

Hal tersebut ditegaskan Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani dalam Konsinyering Program Madrasah Reform Realizing Education’s Promise dan Madrasah Education Quality Reform (REP-MEQR).

REP-MEQR adalah kerjasama antara Kemenag dan Bank Dunia sebagai program modernisasi tata kelola penyelengaraan pendidikan dasar dan menengah di Kemenag. Pelaksanaan proyek ini didanai oleh Bank Dunia dengan anggaran mencapai Rp3,75 Triliun (US$ 250 juta). (din)

(rhs)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini