Nadiem menerangkan, selama satu semester peserta Gerilya akan belajar secara mandiri dan bersama mentor untuk mendapat mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya atap sebagai inovasi energi bersih.
"Saya pun optimis mahasiswa peserta Gerilya akan berperan besar dalam misi pembangunan berkelanjutan untuk Indonesia maju dan bumi yang terlindungi," jelasnya.
Sementara itu, Menteri ESDM Arifin Tasrif mengajak para mahasiswa untuk secara aktif ikut dalam program Gerilya sebagai proses pembelajaran dalam pemberdayaan masyarakat dan industri untuk berpartisipasi dalam penyediaan energi bersih serta melestarikan lingkungan.
"Saya mengajak para praktisi, dosen, narasumber ahli dan generasi muda lainnya menjadi pengajar atau mentor," himbaunya.
Arifin mengatakan, program Gerilya akan melahirkan aktivis energi bersih dari generasi muda yang turut mempercepat pemanfaatan PLTS atap dan mendukung pencapaian target bauran energi baru terbarukan sebesar 23% di tahun 2035.
Sebagai informasi, pendaftaran program Gerilya sudah bisa dilakukan secara daring sejak program ini diluncurkan pada 13 Agustus 2021 hingga 20 Agustus 2021. Pengumuman seleksi administrasi tanggal 21 Agustus 2021. Selanjutnya, tahap seleksi tes tulis dilaksanakan pada 22 Agustus 2021, wawancara 23-24 Agustus 2021, dan pengumuman peserta final pada 25 Agustus 2021.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi laman https://www.esdm.go.id/id/page/gerilya atau lebih detail silakan follow akun instagram @kesdm dan akun GERILYA @gerilya.esdm untuk mendapatkan info terbaru. (din)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik