Share

TNI AD Dorong Siswa SMA Taruna Kasuari Nusantara Jadi Aparat Negara

Antara, · Sabtu 07 Agustus 2021 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 07 624 2452423 tni-ad-dorong-siswa-sma-taruna-kasuari-nusantara-jadi-aparat-negara-j50s9wEfSy.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

MANOKWARI - Kodam XVIII/Kasuari mendorong siswa SMA Unggulan Taruna Kasuari Nusantara di Manokwari, Papua Barat, agar melanjutkan pendidikan untuk menjadi aparat negara baik TNI maupun Polri.

Kapok Sahli Pangdam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI Yusuf Ragainaga mengatakan, bahwa SMA unggulan di Manokwari itu merupakan prakarsa Pemerintah Provinsi Papua Barat yang sejalan dengan visi dan misi Gubernur.

"Pembentukan sekolah tersebut juga sesuai amanat Undang-Undang Otonomi Khusus serta karakteristik Papua Barat sebagai provinsi konservasi," ujar Yusuf.

Baca juga: DPR Apresiasi KSAD Pertahankan Enzo Allie sebagai Taruna Akmil

Tujuan sekolah ini sama dengan SMA Taruna Nusantara yang lain di Indonesia yakni lulusannya dapat melanjutkan jenjang karir ke TNI, Polri atau pada instansi manapun karena lulusannya mempunyai kualifikasi, kemampuan dan karakter yang baik.

“Memang untuk membentuk sekolah unggulan itu sangat berat dan ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memajukan Papua,” katanya.

Baca juga: Kisah Enzo, Remaja Blasteran Prancis-Indonesia yang Lolos Seleksi Akmil 2019

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba yang memberikan keterangan terpisah, mengatakan para guru, pelatih dan pembina dari TNI di sekolah itu berupaya mengubah anak-anak Papua lain daripada yang lain dan menjadi pemuda yang berguna bagi nusa dan bangsa.

“Kita akan membawa anak-anak yang ada di SMA ini beda dengan SMA yang lain dan ini harus diingat baik-baik, pertama yang harus dibentuk yaitu karakter yang nantinya siap sedia dalam hal bela negara” ujarnya.

SMA Unggulan Taruna Kasuari Nusantara resmi berjalan tahun ini 2021 dengan jumlah siswa 74 orang dan guru sebanyak 20 orang.

"Para siswa akan mengalami masa orientasi atau pengenalan terhadap sekolah yang melibatkan personel dari Kodam XVIII/Kasuari," katanya.

Dikatakan bahwa nantinya kurikulum yang akan dijalankan selain kurikulum SMA terdapat dua kurikulum tambahan yaitu bela negara dan budaya lokal.

"Dua hal ini yang nantinya akan menjadi pelengkap pengetahuan anak-anak kita ini sehingga mereka setelah dari SMA ini sudah mempunyai disiplin yang bagus jadi jangan sampai mereka pandai namun tidak memiliki karakter yang baik,” tambah Barnabas. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini