Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Singkawang Abdul Hadi mengatakan 90% dari total guru sekolah sudah divaksin, artinya dari 2.000-an guru, 1.900an orang di antaranya sudah divaksin.
Koordinator Pengawas Disdikbud Singkawang Zaenal mengatakan sebenarnya persiapan PTM jauh-jauh hari sudah dijajaki Dinas Pendidikan Singkawang. Oleh karena berdasarkan SKB empat menteri, sekolah yang akan melaksanakan PTM terbatas harus mengisi data kesiapan sekolah terkait dengan sarana prokes dan persyaratan lainnya.
Jika dilihat dari semua sekolah, hampir 90% sekolah di Singkawang sudah siap. Namun sampai saat ini, Singkawang memang belum pernah melaksanakan PTM terbatas di sekolah di tengah pandemi.
"Tetapi dilihat dari beberapa sekolah yang sudah pernah kita kunjungi, memang sudah terlihat siap dengan sarana prokes yang disyaratkan sesuai SKB empat menteri," ujarnya.
Bahkan, Kota Singkawang juga sudah melakukan uji coba pada akhir Tahun Ajaran 2020-2021, pada Maret-April lalu.
"Sekolah sebetulnya sudah siap, cuma karena permasalahannya kondisi kasus COVID-19 di Singkawang yang masih turun naik, sehingga Disdik Singkawang belum memberikan izin untuk melaksanakan PTM terbatas di sekolah. Walaupun orang tua siswa selalu menanyakan hal itu kepada sekolah," ungkapnya.
Terkait dengan ketentuan PTM terbatas, dalam satu minggu dijadwalkan dua kali pertemuan dan dalam satu hari pembelajaran maksimal dua jam.
"Jadi tidak boleh lebih dari dua jam, prosesnya ketika anak datang ke sekolah, penuhi prokes, belajar selama dua jam kemudian langsung pulang. Anak-anak disarankan bawa bekal dari rumah, karena kantin tidak diperbolehkan untuk buka," katanya. (din)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik