Cegah Penularan Covid-19, Mahasiswa Ini Ciptakan Uang Elektronik

Avirista Midaada, Okezone · Selasa 03 Agustus 2021 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 65 2450312 cegah-penularan-covid-19-mahasiswa-ini-ciptakan-uang-elektronik-UWB1ephzd6.jpg foto: istimewa

MALANG – Enam mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan layanan uang elektronik untuk mengurangi penularan Covid-19 saat transaksi jual beli di sekolah. Layanan uang elektronik yang dinamakan Wangsaku ini merupakan ciptaan enam mahasiswa UMM, yang tergerak untuk meminimalisir penularan Covid-19.

Keenam mahasiswa ini yakni Tanthowi Jauhari, Andhika Dwi Aditya, Lale Wiega Arifah Chopsah, Alif Syifa Arsyila dari Program Studi (Prodi) Informatika serta Permaisuri Fatimah Azzahra dari Prodi Akuntansi, menganggap sekolah menjadi rentan menjadi tempat penyebaran karena mayoritas masih menggunakan transaksi manual.

Baca juga:  4 Mahasiswa Ini Ciptakan Masker Khusus Tuna Rungu dari Limbah Sedotan

Salah satu anggota tim, Tanthowi Jauhari mengatakan, ide pembuatan layanan pembayaran virtual tersebut berawal dari kegelisahan akan tingginya kasus penularan Covid-19. Utamanya mereka yang berada di usia kanak-kanak. Terhitung dari bulan Januari sampai Maret 2021 ada sebanyak 120.000 kasus anak di Indonesia, yang tertular Covid-19 tersebut.

“Kami khawatir nanti saat sekolah kembali dibuka, angkanya akan semakin naik, karena kontak fisik akan semakin banyak. Sehingga membentuk klaster penularan baru. Karena hal itu, kami berinovasi untuk mengganti penggunaan uang tunai dengan uang elektronik di lingkungan sekolah,” ujar Antho, sapaan akrabnya, Selasa (3/8/2021).

 Baca juga: Mahasiswa Ini Ciptakan Radar Pelacak Benda untuk Keamanan Laut Indonesia

Ia menerangkan bahwa teknologi Wangsaku akan ditanamkan pada gelang sebagai media transaksinya. Gelang ini dilengkapi dengan teknologi Near Field Communication (NFC) yang akan memudahkan anak untuk membeli sesuatu tanpa harus melakukan kontak fisik.

“Selain berfungsi sebagai media transaksi keuangan, gelang ini juga bisa digunakan sebagai parental controlling karena struk belanja anak akan dikirim ke orang tua,” ungkap mahasiswa Prodi Informatika ini.

Sampai saat ini Antho dan tim telah merampungkan pembuatan aplikasi wangsaku dan akan menguji coba pada salah satu sekolah Muhammadiyah yang ada di Malang. Ia bercerita bahwa kendala tersulit dalam pembuatan Wangsaku adalah proses penyusunan database.

“Kami harus menghubungkan proses layanan di kasir kantin dan aplikasi wangsaku. Hal itu cukup rumit untuk kami,” tuturnya.

Dirinya bersama teman – teman satu timnya berharap dengan inovasi layanan uang elektronik ciptaannya, dapat membantu proses transaksi elektronik di sekolah – sekolah. Hal ini untuk mencegah penularan Covid-19 dari klaster sekolah.

“Saya berharap teknologi ini dapat diterima oleh banyak kalangan dan bermanfaat bagi masyarakat. Semoga Wangsaku juga bisa terus dikembangkan agar dapat memberikan dampak yang lebih dari ini,” pungkasnya. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini