Kemenag Lakukan Digitalisasi Madrasah Melalui 9 Program di Masa Pandemi

Widya Michella, MNC Media · Senin 02 Agustus 2021 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 65 2449536 kemenag-lakukan-digitalisasi-madrasah-melalui-9-program-di-masa-pandemi-EjQumSxUwm.jpg Menteri Agama Yaqut Cholil (foto: Dok Kemenag RI)

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) RI mengucurkan dana anggaran Bantuan Afirmasi Madrasah hingga mencapai Rp399,9 miliar. Dana ini digunakan guna penguatan pembelajaran digital yang diimplementasikan melalui Program Realizing Education’s Promise – Madrasah Education Quality Reform bagi 2.666 madrasah di seluruh Indonesia.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, program digitalisasi madrasah telah dilakukan sejak 2019, sebelum pandemi. Berbagai program yang dilakukan antara lain merevisi juknis relaksasi pemanfaatan dana BOS hingga dapat digunakan untuk menunjang sistem pembelajaran online serta memberikan bantuan pengadaan server dan Jaringan Komputer CBT (Computer Based-Test) untuk semua jenjang, baik itu Madrasah Aliyah, Tsanawiyah maupun Ibtidaiyyah.

"Selama pandemi, Kemenag mengakselerasi digitalisasi madrasah melalui sejumlah program yaitu Pertama, Program buku digital madrasah dimana siswa dapat membaca dan mendownload buku secara gratis melalui laman https://madrasah2.kemenag.go.id/buku/,"kata Menag Yaqut seperti yang dikutip pada laman resmi Kemenag, Senin (2/8/2021).

Baca juga:   Kemenag Cairkan Dana BOS Madrasah Swasta Rp3,6 Triliun Mulai Hari Ini

Kedua, E-learning madrasah merupakan platform pembelajaran online untuk madrasah yang dibuat oleh siswa madrasah dan saat ini platform e-learning madrasah sedang dikembangkan bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Ketiga, bekerjasama dengan Google (Google for Education) untuk menyediakan google classroom, google meet, dan lainnya, serta memberikan storage unlimited kepada guru dan siswa madrasah.

Baca juga:  Lulusan Pondok Pesantren dan Madrasah Berpeluang Bisa Menjadi Anggota Polri

Keempat, bantuan Kuota Terjangkau berupa kuota internet murah untuk guru, siswa dan karyawan madrasah. Bekerjasama dengan provider.

Kelima, akses gratis pada Platform Pembelajaran Dragonlearn.org yang merupakan platform pembelajaran online untuk madrasah hasil kerjasama dengan kedutaan Rusia. Platform pembelajaran ini dapat diakses https://dragonlearn.org/.

Keenam, akses gratis 6 bulan sampai dengan Desember 2021 pada Platform Pembelajaran Alef Education sebagai implementasi kerjasama Kementerian Agama dan Alef Education UEA. Platform pembelajaran Alef dapat diakses https://idn.alefed.com.

Ketujuh, penguatan jaringan listrik dan internet untuk daerah 3T yang merupakan kerjasama dengan PLN dan Keminfot melalui program BAKTI untuk peningkatan akses internet daerah 3T.

"Kedelapan, Layanan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online untuk semua madrasah di seluruh Indonesia dan terakhir Menggagas Gerakan Madrasah Mandiri Berprestasi untuk menggalang Donasi Smart Phone bekas layak pakai untuk siswa yang tidak memiliki perangkat,"imbuhnya. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini