Tim Fisika SMA Indonesia Persembahkan 5 Medali dari International Physics Olympiad 2021

Neneng Zubaidah, Koran SI · Kamis 29 Juli 2021 10:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 65 2447717 tim-fisika-sma-indonesia-persembahkan-5-medali-dari-international-physics-olympiad-2021-Y5wEoLevYs.jpg foto: istimewa

JAKARTA - Tim Nasional Fisika Indonesia jenjang SMA berhasil merebut 3 medali perak dan 2 medali perunggu pada ajang olimpiade fisika International Physics Olympiad (IPhO) ke-51 yang digelar di Vilnius, Lithuania pada 17 hingga 25 Juli lalu, secara daring.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikbudristek Asep Sukmayadi, menyampaikan apresiasinya atas perolehan medali oleh kelima pelajar ini. “Kami ucapkan selamat kepada para duta bangsa yang mengharumkan nama Indonesia dengan prestasinya pada IPhO 2021,” katanya melalui siaran pers.

Perolehan medali perak berhasil diraih oleh Mario Alvaro dari SMA Negeri 1 Yogyakarta serta Joseph Oliver dan Edward Humianto dari SMA Kristen 1 BPK Penabur Jakarta.

Baca juga:  Tim Pelajar SMA Indonesia Raih 6 Medali di Olimpiade Matematika Internasional

Sementara itu, medali perunggu diraih Dean Hartono dari SMAK Penabur Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, dan M. Anin Nabail Azhiim dari MA Negeri 2 Kota Malang, Jawa Timur.

IPhO 2021 diikuti 80 negara dari seluruh dunia dengan total 386 peserta yang berkompetisi memperebutkan medali. Penutupan IPhO sekaligus penyerahan medali juara dihelat pada Sabtu lalu (24/7).

Baca juga:  Selamat Ya! 4 Pelajar Indonesia Raih Emas di Olimpiade Informatika Internasional

Tim Indonesia kali ini dipimpin oleh akademisi dan pengajar dari Universitas Indonesia, Syamsul Rosid. Tim juga didampingi oleh pengajar dari Universitas Gadjah Mada, Rinto Anugraha, dan dua pengamat (observer) dari Institut Teknologi Bandung, Bobby Eka Gunara dan dari Universitas Indonesia, Budhy Kurniawan.

“Terima kasih setulusnya kepada masyarakat Indonesia atas dukungan moril maupun materil sehingga atas izin-Nya kami dapat meraih prestasi ini. Semoga upaya ini semua berbuah kebaikan untuk bangsa dan Negara Indonesia tercinta,” ucap Syamsul.

Perhelatan IPhO 2021 memang berbeda dari sebelumnya. “Sebagai negara penyelenggara, Lithuania seharusnya menggelar acara tahun lalu. Tapi, sejak pandemi melanda Maret 2020 silam, IPhO ke-51 ini ditunda dan baru digelar tahun 2021, secara daring," lanjutnya.

IPhO terdiri dari dua tahapan tes. Tes pertama adalah Fisika Eksperimen yang digelar pada Senin (19/7) lalu. Tes kedua adalah Fisika Teori, yang digelar pada Rabu (21/7). Masing-masing tes berlangsung selama lima jam dan digelar di SMA Kristen Penabur Bintaro Jaya.

“Pihak penyelenggara memang meminta agar tes dijalankan di tempat yang sama bagi seluruh siswa. Ini untuk memudahkan pengawasan baik secara langsung maupun secara daring dari pihak panitia di Lithuania yang mengawasi dengan proktor dan kamera pengawasan,” tutur Syamsul.

Ditengarai, soal tes tahun ini memiliki topik yang cukup merata. Sebagaimana biasanya, Fisika Eksperimen hanya terdiri dari dua soal dengan total nilai 20 poin. Kedua soal tersebut dikerjakan dengan menggunakan satu alat eksperimen yang sama.

Tujuan dari eksperimen pertama adalah untuk mempelajari kapasitor dengan stabilitas yang tinggi dibandingkan dengan densitas tinggi. Sedangkan eksperimen kedua bertujuan untuk mempelajari ketergantungan tegangan LED terhadap suhu dan arus listrik.

Sementara itu, Fisika Teori terdiri dari tiga soal dengan total nilai 30 poin. Soal terdiri dari Mekanika yang membahas Fisika Planet, Optik-Gelombang tentang Lensa Elektrostatik, Elektrodinamika, Termodinamika, dan Fisika Modern tentang Partikel dan Gelombang.

Setelah melewati koreksi dan moderasi, ditetapkan para pemenang. Terdapat 8% peserta terbaik yang berhak mendapatkan medali emas, 17% peserta di bawahnya memperoleh perak, 25% peserta berikutnya memperoleh perunggu, serta 17% terbaik berikutnya memperoleh Honorable Mention (HM). (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini