ITS Luncurkan PlasmaHub untuk Membantu Masalah Donor Plasma Konvalesen

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 24 Juli 2021 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 65 2445364 its-luncurkan-plasmahub-untuk-membantu-masalah-donor-plasma-konvalesen-pfXtyzdfRz.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan dan meluncurkan PlasmaHub, platform digital untuk mempersingkat waktu matching antara pendonor dan pemohon PK. Hal itu dikarenakan banyaknya permohonan plasma konvalesen (PK) tidak sebanding dengan stok yang tersedia di Palang Merah Indonesia (PMI).

Rektor ITS Prof Ir Mochamad Ashari MEng PhD mengatakan, PlasmaHub dirancang dan didesain dengan konsep user friendly karena digunakan secara menyeluruh oleh berbagai stakeholder di Indonesia.

“Mulai dari pendonor, penerima donor, hingga pengelola donor PK diharapkan dapat memanfaatkan PlasmaHub ini dengan baik,” tutur guru besar Teknik Elektro yang akrab disapa Ashari ini, seperti kutip dari its.ac.id, Sabtu (24/7/2021).

Baca juga:  Mahasiswa ITS Daur Ulang Limbah Kertas HVS sebagai Bahan Baku Industri

Sementara itu, Ketua Satgas Covid-19 ITS Adjie Pamungkas ST MDevPlg PhD memaparkan, PlasmaHub yang berbasis web ini berfungsi untuk mempercepat bertemunya pendonor PK dengan pasien Covid-19.

“Kecepatan ini diharapkan dapat memanfaatkan golden time dari pasien tersebut,” tambahnya.

Baca juga:  Mahasiswa Ini Ciptakan Smart Jacket untuk Bantu Pencarian Korban di Jalur Pendakian

Lalu, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur, Rois Sunandar Maming mengatakan, hampir setiap hari permintaan terhadap donor PK diterima oleh pengurus HIPMI. Namun, masih saja ada nyawa yang tidak tertolong karena kurangnya stok PK, serta tidak menemukan donor yang sesuai.

“Hadirnya PlasmaHub ini bisa membantu mempertemukan pasien dengan donor yang tepat secara singkat dan menggugah penyintas Covid-19 untuk mendonorkan PK,” terang Rois.

Hal senada diungkapkan oleh Manajer Kualitas Unit Donor Darah (UDD) PMI Pusat, Dr Saptuti Chunaeni MBiomed. Saptuti menjelaskan, kesulitan yang dialami PMI saat ini adalah sedikitnya donor penyintas Covid-19 yang memenuhi syarat sesuai standard dari Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) di BPOM, sehingga sedikit sekali yang bisa diambil PK-nya untuk didonorkan pada pasien Covid-19.

Lebih lanjut, Saptuti menuturkan, hadirnya PlasmaHub ini dapat membantu menyediakan dan mempersingkat matching PK antara pendonor dengan pemohon. Namun, dalam hal ini antara pendonor dan pemohon tidak langsung dipertemukan. Tapi melalui Plasmahub ITS dan UDD PMI yang dilengkapi surat pengantar dari rumah sakit (RS), sehingga meminimalisir dari pihak tidak bertanggung jawab yang dapat mengambil keuntungan dari krisis ini.

Jadi dalam hal ini, menurut Saptuti, fungsi dari UDD PMI adalah menghubungkan antara penyintas dan pasien Covid-19 yang membutuhkan donor PK.

“Pada prosesnya, kami tetap berharap kerahasiaan informasi donor ini dapat tetap terjaga dalam platform PlasmaHub,” imbuhnya mengingatkan.

Berbagai fitur yang disediakan dalam PlasmaHub ITS dijelaskan dalam video oleh Tim Teknis Kesiagaan Penanganan Covid-19 ITS

Edy Sukotjo, Ketua Komunitas Ikatan Alumni Penyintas Covid-19 Jawa Timur, mengaku sangat mengapresiasi langkah ITS yang telah mempermudah proses donor PK yang selama ini dilakukan secara manual menjadi terdigitalisasi melalui platform PlasmaHub.

“Dengan adanya PlasmaHub, semoga lebih banyak nyawa yang dapat terselamatkan dari keganasan Covid-19,” harapnya.

PlasmaHub sendiri dikembangkan oleh relawan Tim Teknis Kesiagaan Penanganan Covid-19 ITS, serta didukung oleh mitra komunitas Ikatan Alumni Covid-19 Jawa Timur, Komunitas Sahabat Donor Darah, Pusat Unggulan Iptek – Artificial Intelligence for Healthcare and Society (PUI-AIHeS) ITS, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, dan HIPMI Jawa Timur.

Sementara ini, versi beta PlasmaHub menampilkan informasi stok darah di beberapa kota di Jawa Timur, dan rencananya akan dikembangkan lebih luas pada versi selanjutnya. Di dalamnya, disisipkan berbagai fitur seperti donor–recipient matching, plasma stock, dan screening reminder. PlasmaHub sendiri sebelumnya sudah diujicobakan pada 19 Juli 2021, dan sudah memasangkan PK dari 28 pendonor dengan pasien Covid-19.

Informasi mengenai teknis penggunaan PlasmaHub serta panduan pengajuan permohonan dan penyaluran donor PK dapat dilihat selengkapnya pada laman https://plasmahub.its.ac.id//. (din)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini