Share

Mau Ikut Beasiswa MSIB Kampus Merdeka? Ini Syaratnya

Neneng Zubaidah, Koran SI · Sabtu 24 Juli 2021 10:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 24 65 2445281 mau-ikut-beasiswa-msib-kampus-merdeka-ini-syaratnya-jD2qSFz1eX.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Kemendikbudristek melalui Ditjen Pendidikan Vokasi bekerjasama dengan LPDP meluncurkan program Beasiswa Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Beasiswa ini ditujukan untuk mahasiswa jenjang D2, D3 maupun sarjana terapan Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV) yang melaksanakan kolaborasi bersama LPDP.

Program MSIB merupakan program pemagangan yang mengeluarkan sertifikat Kampus Merdeka. Program ini memberi otonomi pada lembaga pendidikan dan mahasiswa untuk memilih bidang yang diminati guna meningkatkan kompetensi lulusan. Tujuannya agar lulusan lebih siap dan profesional untuk menjawab kebutuhan zaman.

Baca juga:  Kemendikbudristek: Program MSIB Kampus Merdeka Dibuka

Dalam penjelasannya, perwakilan Politeknik Manufaktur Bandung, Dindin Sulaeman, menjabarkan persyaratan program yang harus dipenuhi oleh mahasiswa.

Pertama, mahasiswa harus memiliki Letter of Acceptance (LoA) Unconditional maupun LoA/registrasi pendaftaran atau sejenisnya dari dunia usaha dan dunia industri (Dudi), instansi pemerintah, BUMN/BUMD atau lembaga pendidikan yang memiliki sertifikat.

“Pelamar berusia paling tinggi 25 tahun per tanggal 31 Desember 2021 dan punya indeks prestasi kumulatif minimal 2,75 dari skala 4,” terangnya melalui siaran pers, Sabtu (24/7/2021).

Baca juga:  Mendikbudristek: Program Kampus Merdeka Akan Menghasilkan Mahasiswa yang Kaya Pengalaman

Selain itu, mahasiswa harus telah menyelesaikan studi minimal 2 semester untuk program Diploma Dua, minimal 4 semester untuk Diploma Tiga dan minimal 6 semester Sarjana Terapan berasal dari PTPPV dalam negeri.

Mahasiswa juga harus harus aktif dan terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), serta berasal dari program studi pada perguruan tinggi vokasi binaan Kemendikbudristek yang terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) minimal B atau Baik dan sedang menyusun tugas akhir studi.

Persyaratan dan informasi lengkap atas kedua program ini, dapat diakses secara langsung melalui laman kampusmerdeka.kemdikbud.go.id.

Dindin menyampaikan, terdapat 110 perusahaan mitra dengan total kuota 9.034 posisi untuk Program Magang Bersertifikat. Beberapa contoh sektor pekerjaan yang ditawarkan adalah teknologi, kesehatan, BUMN, multilateral dan nonprofit, serta bidang profesional lainnya.

Keluaran Program Magang Bersertifikat ini adalah sertifikat atau surat keterangan mengikuti program, bukti mengikuti sertifikasi kompetensi, serta laporan magang dan/atau hasil prototipe yang dapat diimplementasikan setelah mengikuti program.

Magang Bersertifikat setara 20 SKS, berlangsung selama satu semester, dan dapat dikonversikan nilainya menjadi pengakuan SKS di kampus, serta terdapat evaluasi selama dan sesudah magang.

Sementara Awardee LPDP asal Politeknik Negeri Jakarta, Mera Kartika Delimayanti, menguraikan mahasiswa hanya dapat mendaftar di salah satu program yang diinginkan.

“Tidak dimungkinkan mengikuti kedua program secara bersamaan. Maka, harap pikirkan masak-masak mana yang ingin diikuti. Silakan pilih perusahaan yang sesuai spesifikasi dan kemampuan, kemudian silakan dilamar,” jelasnya.

Studi Independen Bersertifikat merupakan program di mana mahasiswa dapat memilih Studi Independen ataupun pembelajaran singkat atau kursus, kuliah singkat, dan sejenisnya yang diselenggarakan baik oleh dunia kerja skala menengah, besar, nasional, dalam negeri atau luar negeri, maupun lembaga pendidikan dalam negeri atau luar negeri yang diakui Kemendikbudristek dengan program studi yang sama maupun sejenis.

“Tujuan program Studi Independen Bersertifikat adalah belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar perkuliahan, sehingga adik-adik mendapatkan penguasaan kompetensi spesifik dan praktis dicari DUDI. Adik-adik bisa mendapatkan hard skills dan soft skills agar makin mantap memasuki DUDI dan kariernya. Dengan demikian, adik-adik akan lebih percaya diri untuk berkarir setelah itu,” tambah Mera.

Adapun keluaran Studi Independen Bersertifikat adalah sertifikat atau surat keterangan pernah mengikuti program, bukti telah mengikuti sertifikasi kompetensi, serta laporan Studi Independen atau pembelajaran singkat atau kursus. Pada akhir program, peserta juga harus mengikuti sertifikasi kompetensi secara penuh di lembaga tersebut. (din)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini