IPB University Hadirkan Akademisi dari Malaysia dan Thailand

Antara, · Kamis 15 Juli 2021 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 65 2440937 ipb-university-hadirkan-akademisi-dari-malaysia-dan-thailand-bBSHFz34nV.jpg foto: istimewa

JAKARTA - IPB University menghadirkan sejumlah akademisi dari Malaysia dan Thailand sebagai pembicara, dalam rangkaian Kuliah Tamu Fakultas Kedokteran Hewan (FKH).

"Kuliah tamu pertama menghadirkan Prof Cheng Hwee Ming dari Universiti Malaya, Malaysia dan kedua, Dr Majarune merupakan staf pengajar dari Department of Animal Science, Faculty of Agriculture at Kamphaeng Saen, Kasetsart University, Thailand,” ujar Dekan FKH IPB University, Prof Deni Noviana melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: Begini Bentuk Pengabdian Mahasiswa IPB untuk Bantu Anak Sekolah

Dr Sutisa Majarune pada Kuliah Tamu di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB University menyampaikan materi berjudul “Reproductive Physiology” yang merupakan salah satu sub-topik dari bab Sistem Reproduksi dan Laktasi.

"Reproduksi hewan adalah suatu proses biologis untuk membentuk organisme baru dengan mengkombinasikan material genetik dari dua organisme," kata Majarune.

Baca juga: Resort Kawah Ratu di Sukabumi Jadi Sasaran Peneliti, Ada Apa?

Materi yang disampaikan meliputi neuroendokrinologi, profil hormonal pada siklus reproduksi hewan jantan dan betina, siklus estrus, fertilisasi, proses perkembangan embrionik fetus, serta proses parturasi/kelahiran.

Majarune memiliki riset mendalam tentang neuroendokrinologi reproduksi khususnya yang berperan dalam onset pubertas. Ia banyak mengkaji peranan KNDy neuron di hipotalamus yang berperan dalam sekresi pulsatile GnRH (Gonadotropin releasing hormone) dan gonadotropin.

“Seperti diketahui sekresi pulsatile GnRH dan gonadotropin menandai awal masa pubertas yang diikuti oleh perkembangan folikel di ovarium dan produksi hormon-hormon reproduksi,” ujar Majarune.

Majarune juga menjelaskan, bahwa pada masa pre-pubertas, sensitivitas estrogen masih tinggi sehingga menekan sekresi GnRH dari hipotalamus. Kemudian pada masa pubertas, sensitivitas estrogen “tiba-tiba” hilang sehingga terjadi sekresi pulsatil GnRH dan gonadotropin yang mendorong proses pubertas.

“Akan tetapi sampai sekarang mengapa dan bagaimana kehilangan sensitivitas estrogen terjadi masih menjadi pertanyaan besar,” katanya di hadapan 218 mahasiswa program sarjana IPB University.

Selain mahasiswa yang mengambil Mata Kuliah Fisiologi Veteriner II tahun ajaran 2020/2021, mahasiswa program pascasarjana dari berbagai program studi di lingkungan FKH IPB University juga hadir dalam kuliah tamu ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini