Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mahasiswi Ini Sabet Predikat Honorary Mention Asia Young Designer

Antara , Jurnalis-Kamis, 15 Juli 2021 |10:30 WIB
Mahasiswi Ini Sabet Predikat Honorary Mention Asia Young Designer
Foto: Dok Antara
A
A
A

JAKARTA - Marietta Stefani, mahasiswi Universitas Kristen Petra kategori Arsitektur berhasil menyabet gelar Honorary Mention, sedangkan Patricia Caitlyn dari Universitas Pelita Harapan mendapat kategori Desain Interior terbaik pada kompetisi Asia Young Designer Awards (AYDA) Summit 2021.

Adapun gelar Asia Young Designers of the Year dimenangkan oleh Dayana Aripin dan Evva Lim Fee dari Malaysia.

"Kami sangat terkesan dengan karya yang dirangkai oleh para peserta dan pemenang AYDA tahun ini. Saat ini kami ditantang untuk menciptakan desain dan ruang out-of-box yang mampu mendukung perdagangan dan komunitas dan mampu menahan banyak perubahan yang mungkin kita hadapi di masa depan," kata Sibarani Sofian, juri Kategori Arsitektur sekaligus pendiri dan Urban+ di Indonesia, dalam siaran pers, Kamis (15/7/2021).

Baca juga:  Kisah Prof Dr Mujibatun, Mantan Buruh Migran di Arab Saudi yang Jadi Guru Besar

Chief Executive Officer (CEO) Decorative Paints Nippon Paint Indonesia, Jon Tan, menyatakan rasa bangga atas karya yang sudah ditampilkan Marieta dan Patricia, yang membawa Indonesia ke kancah Internasional dengan mengalahkan 35.000 karya dari 13 Negara lainnya.

"Ini menjadi poin penting dalam perjalanan kami ke depan. Kami berharap pada AYDA selanjutnya semakin banyak karya yang masuk dan muncul sebagai pemenang dari Indonesia,” ujar Jon Tan.

 Baca juga: Menteri Nadiem Jelaskan Perbedaan Pengelolaan Riset di Kemendikbudristek

Sebanyak 23 mahasiswa/i arsitektur dan desain interior dari 13 Negara mengikuti AYDA Summit 2021 yang tahun ini mengangkat tema "Forward: Human-Centred Design" sebagai panggung calon desainer untuk menciptakan ruang yang sadar sosial sekaligus inovatif dan berkelanjutan.

Marietta Stefani melalui karya "Unsighted Intertwining Multisensory Experience with Architecture”" menampilkan perspektif manusia dengan penyandang tunanetra untuk dapat menikmati sebuah karya seni.

Menurut Marietta, mata biasa digunakan manusia untuk melihat dan memahami segala sesuatu di dunia. Mata menjadi indra utama yang memiliki peran besar dalam membangun perspektif.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement