JAKARTA - Kemampuan literasi dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari oleh karena pada anak usia dini pun pembelajaran pra literasi diperlukan. Namun diperlukan strategi pembelajaran agar anak tidak stres dan membahayakan tumbuh kembang anak.
Dikutip dari instagram Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Kemendikbudristek di @paudpedia, Selasa (13/7), secara umum literasi merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Sekolah Bermutu tapi Gratis Masih Perlu Diperlebar Keberadaanya
Namun sebenarnya literasi ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan baca, tulis, hitung (calistung) anak, tetapi mencakup seluruh kemampuan yang ada dalam diri anak itu sendiri. Kemampuan ini yang perlu dikembangkan sedini mungkin sebagai pra literasi yang menjadi fondasi kemampuan literasi anak pada usia selanjutnya.
Namun, yang perlu digaris bawahi adalah bahwa mengembangkan kemampuan pra literasi bukan berarti anak secara intens dan penuh kedisiplinan untuk belajar membaca, menulis dan berhitung layaknya orang dewasa sehingga mereka merasa terpaksa. Metode belajar yang seperti itu justru dikhawatirkan dapat membuat anak stress dan membahayakan perkembangannya.
Baca juga: Pandemi Corona Pupuskan Target Pemprov DKI Bangun Ratusan PAUD
"#SobatPAUD perlu memperhatikan strategi pembelajaran pra literasi yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak usia dini," tulis admin IG Paudpedia.
Dimana terdapat beberapa elemen/komponen yang mencakup: pemahaman bahasa lisan (berbicara dan mendengarkan); pemahaman/pengenalan buku; pemahaman kata dan bunyi; pengenalan/pemahaman huruf atau alfabet; dan pemahaman/pengenalan tulisan.
Berikut ini adalah 6 strategi pembelajaran pra literasi yang disarankan untuk anak usia dini:
1. Literasi Berbasis Bermain
Sebagai orang tua menginginkan anaknya belajar sedini mungkin dengan mengurangi aktivitas bermain. Padahal belajar yang sebenarnya pada anak usia dini adalah melalui kegiatan bermain yang menyenangkan.
Sudah semestinya Pendidikan Anak Usia Dini menerapkan istilah Learning by Playing (Belajar melalui Bermain). Sehingga anak-anak akan menganggap kegiatan belajar mereka tidak ubahnya seperti bermain dan bahkan berbentuk permainan.
2. Orangtua Membacakan Buku Kepada Anak
Ketika orangtua sering membacakan buku kepada anak perlahan mereka akan menggemari aktivitas membaca buku tersebut.
Tidak hanya itu, membacakan buku juga menjadi wadah bagi orang tua untuk aktif berinteraksi dengan anak. Sehingga cerita yang dikisahkan didengar anak dan menjadi bahan percakapan yang dapat menggali berbagai potensi anak.
3. Literasi Dikembangkan Sesuai Kondisi Lingkungan
Ketika berinteraksi dengan anak, seharusnya topik yang diangkat adalah sesuatu yang dekat dengan lingkungan.
Tujuannya adalah memudahkan anak memahami isi cerita tersebut. Contoh:
- Menceritakan tentang nelayan apabila tinggal di kawasan pantai
- Menceritakan petani apabila ada di desa
- Menceritakan tentang aktivitas di kota apabila tinggal di perkantoran
4. Berangkat dari Hobi dan Minat Anak
Perhatikan minat anak, sediakan materi dan kegiatan untuk mendukung minat tersebut. Anak-anak membutuhkan banyak kesempatan untuk bermain dan berpikir agar menjadi kreatif.
Mulailah dengan memberikan kegiatan yang didasarkan pada minat dan gagasan anak-anak. Caranya, dengan memperhatikan apa yang dilakukan dan mendengarkan secara sungguh-sungguh apa yang dikatakan anak-anak.
5. Pengembangan Literasi Melalui Budaya Daerah
Kesadaran kognisi dan fonologi anak akan tumbuh jika anak sering mendengar bahasa daerah dan mengetahui budaya-budaya lainnya.
Kesadaran fonologi dan kognitif ini menjadi dasar untuk mengembangkan kemampuan pra literasi. Hal ini dapat dilakukan misalnya dengan merespon pembicaraan anak dan aktif mengajak mereka berbicara, bercerita serta bercakap-cakap.
6. Berikan Umpan Balik Kepada Anak
Perbedaan tingkat penguasaan bahasa diantara anak-anak, merupakan cerminan bagaimana lingkungan memperkaya bahasa mereka, baik dirumah maupun di sekolah. Memfasilitasi bahasa anak berarti membantu mendukung pertumbuhan kosakata anak-anak semasa usia dini. (din)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik