Tahun Ajaran Baru, Siswa Ini Cari Sinyal di Sungai untuk Belajar Daring

Bambang Sugiarto, iNews · Senin 12 Juli 2021 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 12 65 2439487 tahun-ajaran-baru-siswa-ini-cari-sinyal-di-sungai-untuk-belajar-daring-cYRcPo7wbZ.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JEMBER – Tahun ajaran baru telah tiba, namun di tengah PPKM Darurat proses belajar mengajar siswa dilakukan dengan daring. Bagi siswa yang letak rumahnya kurang menguntungkan karena kendala sinyal, mereka memilih sungai untuk ikut pembelajaran sekolah secara online.

Sebelum pukul 07.00 WIB, Aurel dan Andika bergegas menuju Sungai Jompo yang berada di Kecamatan Patrang, Jember, Jawa Timur, dengan berjalan kaki, mereka menyusuri perkampungan dan gang sempit.

Baca juga:  MPLS di Masa Pandemi, Sekolah Ini Pakai Jasa Ojek Online

Sesampai di Sungai Jompo, keduanya memilih lokasi yang gampang sinyal untuk pembelajaran daring di sekolahnya, setelah menempati posisi yang pas, keduanya memulai belajar lewat online dari handphonenya.

 Baca juga: Yuk Simak Lagi Kebijakan Pembelajaran Tahun Ajaran Baru di Masa Pandemi

Hari pertama, pembelajaran hanya materi pengenalan lingkungan sekolah dan tata tertib sekolah yang harus di pahami oleh siswa, selanjutnya hari berikutnya mereka akan mendapatkan materi mata pelajaran sekolah. Aurel dan Andika adalah siswa yang baru masuk kelas 7 di SMPN 7 Jember.

“Tidak enak jika pembelajaran dilakukan dengan online, karena selain sinyal sulit, tidak dapat bertemu guru dan teman barunya,” kata Aurel.

Hal senada diakui Andika, ia mengaku harus pergi ke tepi sungai hanya untuk mencari sinyal. Ia pun berharap sekolah secapatnya menggelar tatap muka jika PPKM Darurat usai.

Sementara Kepala Sekolah SMPN 7 Jember, Saiful Bahri mengatakan, demi keamanan dan keselamatan bersama saat PPKM Darurat ini pembelajaran tetap dilakukan dengan daring.

“Karena pihak sekolah tidak mau mengambil resiko jika harus belajar luring karena dipastikan terjadi kerumunan. Meski siswa dan siswi kadang mencari sinyal di tempat yang tidak semestinya, namun hal ini menjadi konsekwensi bersama untuk menjaga keselamatan,” kata Saiful.

Saiful menambahkan, dari 280 siswa baru masih ada 42 siswa yang tidak ikut dalam pembelajaran awal ini secara daring, dimungkinkan karena pengaruh sinyal atau tidak memiliki hp, oleh karenanya pihak sekolah akan jemput bola ke rumah siswa yang awal pembelajaran ini absen untuk mengetahui alasannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini