SURAKARTA - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta meluncurkan dan menggelar pameran produk siap komersial di halaman Kantor Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) kampus setempat, pada Jumat (19/3/2021).
(Baca juga: Reaktif Covid-19, Dua Loyalis Habib Rizieq Dikirim ke Wisma Atlet)
UNS meluncurkan sebanyak 36 produk dosen dari berbagai fakultas yang merupakan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam rangka peringatan Dies Natalis ke-45 UNS.
Wakil Rektor Riset dan Inovasi UNS, Prof. Kuncoro Diharjo, mengatakan, salah satu latar belakang peluncuran produk ini karena saat mendapatkan undangan dari pihak luar untuk partisipasi di pameran nasional, produk hasil riset dan inovasi UNS seringkali kesulitan.
“Iklim riset dan inovasi masih dominan bergerak pada tahapan riset terapan yang maksimal capaiannya hanya berupa prototype produk pada level Technology Redinnes Level (TRL) 6 atau Innovation Rediness Level (IRL) 3,” ujarnya.
Semestinya, kata dia, prototype produk tersebut dilanjutkan risetnya hingga TRL 9 atau IRL 6 sehingga produk layak komersial.
“Indikator ini ditandai oleh masih terbatasnya para peneliti yang mengajukan skema riset pengembangan atau riset fokus pada produk,” jelasnya saat memberikan laporan kegiatan.
Sementara itu, Rektor UNS, Prof. Jamal Wiwoho menambahkan bahwa inovasi merupakan energi untuk menciptakan perubahan dan memenangkan persaingan. Terlebih UNS saat ini menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) sehingga bergegas membuat inovasi dan hilirisasi.
“Jangan sampai riset dan inovasi pengabdian masyarakat hanya menggugurkan kewajiban sebagai dosen dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami mendorong agar riset-riset para dosen menjadi sebuah inovasi, hilirisasi, dan komersialisasi. Saya juga mengapresiasi langkah Wakil Rektor Riset dan Inovasi yang telah menghadirkan 36 produk dalam peluncuran ini,” terang Prof. Jamal.
Prof. Jamal menyebutkan bahwa upaya untuk melakukan lompatan strategis untuk hilirisasi patut diapresiasi bersama karena menjadi salah satu langkah sebagai PTNBH. Ia juga mendorong seluruh sivitas akademika untuk melakukan riset dan inovasi dengan semangat kolaborasi.
Salah satu peserta pameran produk dari Fakultas Pertanian (FP) UNS berupa wedang jahe merah Jatiyoso yang diinventori oleh Prof. Supriyono dari Prodi Agroteknologi FP UNS.
“Produk jahe merah ini ditanam oleh petani di Jatiyoso, Karanganyar melalui pendampingan yang dilakukan oleh Prodi Agroteknologi. Lalu dalam produksinya, kami menggandeng CV Agro Herbalindo sebagai mitra. Jahe merah ini diolah menjadi dua produk yaitu wedang jahe sachet dan jahe kering yang memiliki masa simpan sampai enam bulan,” jelasnya.