JAKARTA - Long Covid-19 menjadi salah satu fenomena yang kerap dijumpai dalam perkembangan pandemi Covid-19.
Dokter spesialis THT Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr. Anton Sony Wibowo, Sp.THT-KL, M.Sc., FICS., menyampaikan istilah long covid merupakan suatu gejala Covid-19 jangka panjang yang dialami pasien beberapa bulan pasca infeksi atau saat masa pemulihan.
“Long covid adalah gejala Covid-19 yang menetap, dialami pasien setelah fase perbaikan kondisi lebih dari waktu yang diharapkan,” jelasnya seperti dikutip dari laman UGM, Senin (1/3/2021).
Baca Juga: Arif Bangun Smart House Salt Maker demi Tingkatkan Produksi Dalam Negeri
Anton mengungkapkan dari sejumlah studi diketahui gejala long covid banyak dijumpai pada pasien dengan rentang usia 18-34 tahun. Sementara itu, sekitar 20 persen pasien long covid mengalami gejala yang bersifat menetap.
“Laporan lain menurut Carfi dkk., disebutkan sebanyak 87,4 persen pasien yang telah mengalami perbaikan kondisi tetap mengalami gejala persisten selama 60 hari,” terang Dosen FKKMK UGM ini.
Baca Juga: Kisah Anak Petani yang Berhasil Jadi Sarjana Kedokteran
Lalu, gejala seperti apa yang biasanya muncul pada pasien yang mengalami long covid?
Anton memaparkan pada umumnya gejala long covid yang muncul di bidang THT-KL antara lain hilangnya kemampuan untuk mencium bau (anosmia) dan gangguan indera penciuman dalam mengidentifikasi bau-bauan (parosmia). Selain itu, juga hilangnya kemampuan mengecap (dysgeusia) menjadi salah satu gejala yang kerap ditemukan pada pasien dengan long covid.