Para dosen dari kedua program studi tersebut, tutur Arief, juga telah merancang, salah satunya dalam program khusus Desain Komunikasi Visual yakni narasi visual digital. Nanti, mereka akan membuat produk-produk game online.
"Bagaimana perkembangan game online. Itu bisnis besar. Kalau orang hanya berbasis DKV saja, tentu dia akan kesulitan untuk membuat sebuah produk yang berbasis IT. Tetapi kalau seorang ahli DKV yang sudah memiliki kemampuan dasar atau paling tidak mengenal secara baik tentang dunia IT, maka untuk merealisasikannya menjadi produk berbasis IT akan lebih mudah," tutur Arief.
Produk visual berbasis digital ini, kata Arief akan menjadi kekuatan yang ditonjolkan oleh ITB Jatinangor. Dia pun berharap agar hal ini dapat menjadi titik awal dalam memulai industri sistem perangkat lunak.
"Kami menginginkan program studi ini menjadi motor awal. Supaya ITB kampus Jatinangor akan menjadi titik awal bagaimana antar program studi itu saling berkolaborasi," ucapnya.
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik