BANDUNG - Gejala gangguan mental dapat diidap siapa saja, tak memandang usia dan profesi.
Gangguan mental mulai dari yang ringan hingga berat, mulai dari stres hingga depresi kini banyak diidap orang.
Kendati begitu, gangguan mental atau kejiwaan ini sangat jarang terdeteksi. Bahkan cenderung diabaikan. Padahal, bila sudah sampai tingkat depresi hingga gila, butuh waktu lama untuk proses penyembuhan. Penyebab, menganggap tabu periksa ke dokter atau dianggap bukan penyakit.
Baca Juga: Viral! Manager Lulusan S2 dan Sudah Haji Resign Jadi Tukang Balon Keliling
Tetapi, mulai saat ini, masyarakat bisa sedikit leluasa. Karena bisa mendeteksi kadar stres secara mandiri.
Dosen Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Irma Melyani Puspitasari daam keterangan tertulisnya Selasa (24/11/2020) menyebutkan, dia timnya telah mengembangkan aplikasi untuk mengukur tingkat stres dan deteksi dini gangguan jiwa.
Baca Juga: Kuliah Tatap Muka Dimulai 2021, Bagaimana Kampus Menyikapinya?
Aplikasi berbasis Android ini bisa digunakan mahasiswa ataupun masyarakat luas untuk mendeteksi tingkat stres secara efektif dan mudah.