Dr. Robiana Modjo, S.K.M., M.Kes. Ketum PAKKI (Perhimpunan Ahli Kesehatan Kerja Indonesia), mengingatkan Bapak Raja atau Kepala Desa untuk dapat menjadikan Buku Desa Tangguh Bencana sebagai, pedoman-senjata dalam melawan COVID-19, dengan mengedepankan kearifan lokal, Bapak Raja/Kepala Desa dapat menggerakkan warganya untuk bersama-sama memutus penularan Covid-19 di desa. Terutama sejak PSBB dilonggarkan, tempat kerja dan tempat-tempat umum menjadi potensi cluster utama untuk penyebaran COVID19, untuk itu penegakkan protokol kesehatan 3 M (memakai masker, menjaga jarak & mencuci tangan dengan sabun+air mengalir) harus terus disosialisasi ke masyarakat.
Ketua DPRD Maluku, Drs. Lucky Wattimury, M.Si. menjelaskan Dukungan Legislatif dalam Penanganan COVID-19 menekankan pentingnya kekuatan sosial adalah Tokoh Agama, Tokoh Adat, Organisasi Masyarakat, Pemuda, dan Perempuan harus menjadi kekuatan utama dalam mengatasi penyebaran COVID-19.
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy, S.H. menjelaskan bagaimana pendekatan Pentahelix di Kota Ambon dengan masyarakat sebagai episentrium yang dilakukan secara sinerjik dan simultan bergerak secara bersama, dalam menghalau COVID-19 di Kota Ambon Maluku. Pola utama dengan memperkuat Negeri atau Desa sebagai masyarakat yang sangat homogen dengan pendekatan kultural.
Noviarsano Manullang Kepala Bank lndonesia Provinsi Maluku, melihat perubahan paradigma pendekatan CSR semua sektor bersatu padu dengan Pemerintah bergerak ke arah kegiatan produktif, bukan pemberian bantuan yang habis pakai. Yang menarik kegiatan CSR tidak mengambil produk dari luar, namun mengambil dari produk lokal menarik; serta menggerakaan masyarakat bawah.