JAKARTA - Kuliah tidak hanya belajar dari text book. Tetapi di bangku kuliah, mahasiswa juga mencari tujuan hidup dari disiplin ilmu yang ditempuhnya.
Salah satunya Ibrahim Arsy, mahasiswa Departemen Fisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Tahun ini dia akan mewakili ITS dalam ajang Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Nasional 2020 nanti.
Berbagai sepak terjang pun telah dirasakannya dalam meraih gelar Mawapres 1 ITS. Seiring dengan bidang keilmuwannya, Arsy bercita-cita menjadi seorang ilmuwan. Apa yang dicari?
“Mau jadi apapun di masa depan, jiwa ilmuwan saya akan tetap ada,” ujar Arsy, ujarnya dikutip dari laman ITS, Selasa (3/3/2020).
Baca Juga : Ciptakan Aplikasi untuk Sehatkan Mental, 2 Sosok Ini Masuk Daftar Forbes 30 Under 30
Sejak dulu, mahasiswa berprestasi angkatan 2017 ini mengaku bermimpi menjadi seorang ilmuwan. Terlebih ketertarikannya kepada Fisika sudah bersemayam di hatinya sejak berada di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Ketertarikan itu makin menjadi tatkala ia bertemu dengan pelajaran listrik dan elektromagnetik. Dari situ, ia berpikir bahwa fisika memanglah sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Tidak sekadar aplikatif, ilmu fisika bisa lebih dari itu, misalnya mengungkap suatu teori,” bebernya bersemangat, dikutip dari ITS, Selasa (3/3/2020).

Baca Juga: Mahasiswa ITS Ciptakan PA-Box Pengurai Racun Kerang
Melanjutkan minatnya, mahasiswa berprestasi kelahiran 1999 ini pun aktif menggeluti dunia penelitian sejak semester pertama perkuliahan. Karya dan inovasinya sudah melanglang buana membawa harum nama ITS di Indonesia hingga tingkat dunia. Inovasi yang pernah ia gagas mayoritas berada dalam lingkup futuristik yang memiliki target realisasi jauh di masa depan.
“Contohnya pengembangan teknologi levitasi magnet dan medan listrik untuk kereta hingga alat charge handphone wireless yang tidak perlu menyentuh dasar charger-nya,” paparnya.