MAGELANG - Dosen keperawatan di Universitas Gajah Mada (UGM) Azam David Saefullah berhasil mendapat program beasiswa S3 di Queen’s University UK di Inggris. Program tersebut dikeluarkan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan.
Sejak September 2019, dosen tetap non pegawai negeri sipil (PNS) itu pun berangkat ke Belfast, NorthernIreland, United Kingdom (UK). Bagaimana kisahnya?
Azam lahir di Magelang, tahun 1989 silam, tetapi sejak kecil tinggal di Sragen. Putra sulung pasangan Sarengat dan Sri Widati itu menamatkan pendidikan di SDN 4 Sragen, SMPN 1 Sragen, dan SMAN 1 Sragen.
Sarjana S1 dan profesi keperawatan ditamatkan Azam di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang pada 2012 lalu. Setelah lulus, ia melanjutkan studi S2 Keperawatan di National Cheng Kung University, Taiwan, dan lulus 2016.

Baca Juga: Sosok Sucipto Hadi Purnomo yang "Diincar" Rektor Unnes
Ia sempat menjadi dosen kontrak di Keperawatan Undip selama dua tahun setelah lulus S2. Kemudian pindah mengajar di Stikes selama lima bulan kemudian diterima sebagai dosen tetap non PNS di UGM sejak 2017 sampai sekarang.
"Iya ini saya berangkat September lalu. Sekarang tinggal di Belfast dekat kampus. Studi saya berkaitan dengan dimensia," ujarnya seperti diberitakan Solopos.
Azam dipercaya teman-teman sesama mahasiswa asal Indonesia sebagai Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belfast periode 2019-2020. Dia menyampaikan kegiatan di PPI cukup banyak, mulai dari kegiatan akademik, olahraga bareng, perayaan hari besar nasional, sampai kegiatan budaya.
Pada Februari ini, Azam akan menggelar festival budaya Indonesia dengan nama Artindonesia 4.0. Festival tersebut digelar setiap tahun dan angka 4.0 menunjukan tahun keempat gelaran Artindonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan atas kerjasama PPI Belfast dengan Ikatan Warga Indonesia di Northern Ireland (IANI) dan disponsori Kedutaan Besar RI.
"Kegiatan banyak, seperti tarian, lagu daerah, drama, musik daerah, dan promosi wisata Indonesia. Pada kegiatan tahun fokus promosi untuk Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Acara itu akan digelar 29 Februari mendatang. Kegiatan akan ditutup dengan flashmob dengan tarian lagu Selenda Sutra. Kuliner Indonesia juga disajikan," ujarnya yang masih lajang itu.
Azam menyebut ada 70 orang mahasiswa yang kuliah di Ireland untuk jenjang pendidikan S1-S3. Namun yang terlibat dalam panitia festival budaya itu sekitar 30 orang. Pada tahun lalu dihadiri 300 orang dan di tahun ini ditargetkan bisa menghadirkan 250 orang.
(Edi Hidayat)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik