Faktor lainnya diakibatkan oleh adanya faktor eksternal seperti badai yang dapat menekan kerucut dari atas hingga bisa terjadi erupsi. "Sama halnya seperti bisul yang kita tekan,” terangnya.
Hal lainnya terjadi ketika gerhana bulan atau gerhana matahari, saat bumi berada dalam satu garis dengan matahari dan bulan yang mengakibatkan timbulnya gaya tarik yang maksimum sehingga memicu terjadinya erupsi gunung api.

Berikut ini tanda-tanda Gunung Api Meletus, menurut Dr. Mirzam, seperti dikutip dari laman ITB, Kamis (19/12/2019).
1. Meningkatnya aktivitas kegempaan
2. Banyak satwa yang turun dari gunung
3. Mata air yang mulai kering dikarenakan adanya material panas yang naik mendekati permukaan mengakibatkan air berubah menjadi uap
4. Adanya pelepasan gas yang mengidentifikasikan matinya berbagai tumbuhan. Tanda-tanda tersebut ia sebut sebagai “kearifan lokal”.

"Secara instrumental, tanda meletusnya gunung api dapat dilihat dari kegempaan (seismisitas), tiltmeter yang berfungsi untuk mendeteksi pengembungan atau pengempisan tubuh sebuah gunung serta jenis emisi gas dan perubahan suhu di kawah," ucapnya.
Dr. Mirzam juga berpesan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar gunung api untuk hidup damai, harmoni, dan mempelajari kearifan lokal (tanda-tanda alam). Selain itu tidak kalah penting adalah mematuhi arahan pemerintah. Jika hal-hal tersebut dilakukan maka akan muncul kesadaran safe mitigation dari masyarakat itu sendiri.
"Kita tidak punya pilihan, Indonesia memang tercipta dengan banyaknya gunung api aktif," ungkapnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik