Di sisi lain, Dirjen Ghufron mengungkapkan, Indonesia tak pernah kekurangan individu hebat. Puluhan ilmuwan yang fotonya dipajang di pameran hanya sebagian kecil dari SDM unggul yang dimiliki Indonesia. Bahkan, kiprah anak bangsa yang mendunia, terutama melalui jalur akademik pun patut disoroti.
"Kami berupaya untuk terus merangkul berbagai sumber daya manusia Indonesia di mana pun mereka berada. Sejak tahun 2016, bahkan sebelumnya, kami telah melibatkan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) untuk bersama-sama melaksanakan pembangunan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi. Peran ilmuwan muda pun sama pentingnya dengan para ilmuwan ilmuwan senior, yaitu memberikan masukan pengembangan pendidikan tinggi yang terbarukan sesuai dengan kondisi dan semangat zaman. Namun demikian tetap memahami tantangan serta kondisi yang menjadi ciri khas Indonesia. Kuncinya, kami selalu siap mendengar gagasan konstruktif bagi kemajuan Indonesia," terang Guru Besar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI), Alan F. Koropitan mengatakan, hingga saat ini belum ada yang bisa menggantikan alm. B.J. Habibie sebagai figur ilmuwan Indonesia, yaitu menjadi panutan bagi berbagai kalangan. Padahal, banyak ilmuwan muda berbakat yang telah menghasilkan berbagai karya gemilang. Sayangnya, mereka jauh dari sorotan media dan perhatian masyarakat. Bahkan, profesi sebagai seorang ilmuwan pun kurang popular di kalangan generasi milenial.

Alan menambahkan, perlu ada acara-acara baru untuk mengomunikasikan sains kepada generasi muda. Pameran ini, ucap Alan, menjadi sarana yang pas untuk lebih mengenalkan dunia akademik kepada publik. Profesi sebagai ilmuwan pun tak dipandang sebatas ilmu eksakta, tetapi juga mencakup bidang sosial hingga seni.
“Ilmuwan yang tergabung di ALMI berusia pada rentang 30 sampai dengan 40 tahun. Mereka tersebar di berbagai institusi di Indonesia. Dengan diselenggarakannya pameran ini, saya melihat bahwa cara berkomunikasi seperti ini justru yang lebih menginspirasi generasi muda,” sebut Alan.
Pameran Potret Ilmuwan Muda Indonesia sendiri dibuka oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-Dikti) Wilayah IV, Uman Suherman, Kamis (27/11) malam.
Pada kesempatan tersebut, Uman secara khusus mengapresiasi inisiatif Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti yang dalam hal ini menggandeng ALMI pada penyelenggaraan pameran. Menurut Uman, pameran ini dapat menjadi ruang publik untuk mendekatkan sains kepada masyarakat luas.