4 Fakta 'Mas Nadiem', Mendikbud yang Paling Banyak Dicari di Medsos

Yohana Artha Uly, Okezone · Minggu 03 November 2019 07:11 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 02 65 2124998 4-fakta-mas-nadiem-mendikbud-yang-paling-banyak-dicari-di-medsos-XRZ5W8xi6K.jpg Mendikbud Nadiem Makarim (Foto: Okezone.com/Arif Julianto)

JAKARTA - Jajaran menteri di periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan sorotan oleh warga net atau netizen. Utamanya yang paling dibahas di dunia maya adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Hal tersebut bersadarkan penelitian Center for Digital Society (CfDS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) terhadap pembahasan di media sosial terkait menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju.

“Nadiem paling populer dicari. Padahal, ia tidak memiliki akun medsos, namanya justru paling dicari di medsos,” kata Peneliti Center for Digital Society (CfDS) Fisipol UGM, Paska Darmawan seperti dilansir situs resmi UGM, Jakarta, Selasa (29/10/2019).

Berikut sejumlah fakta-fakta menarik terkait menteri-menteri yang populer di media sosial, seperti yang dirangkum Okezone, Minggu (3/11/2019).

1. Nama Nadiem paling banyak dicari di media sosial

Pasca pengumuman anggota Kabinet Indonesia Maju, Mendikbud Nadiem Makarim ternyata paling banyak dicari oleh para netizen di media sosial. Menariknya, Nadiem bahkan tidak memiliki akun medsos, tetapi namanya justru paling dicari di medsos.

Sedangkan nama Menteri Pertahanan Prabowo menjadi yang paling populer di media sosial mengingat punya jumlah pengikut yang cukup banyak di akun medsos pribadinya. Meski nama Prabowo sebagai menteri paling populer di media sosial, tetapi tidak termasuk dalam daftar nama yang paling banyak dicari dalam mesin pencari Google.

Baca Juga: Hari Sumpah Pemuda, Mendikbud Nadiem: Dunia Ini Ada di Tanganmu

2. Enam Pesan Pak Guru untuk Mendikbud Nadiem

Tengah viral di antara netizen Indonesia, sebuah pesan atas nama Zainal Abidin, seorang guru SD yang mengajar di Pulau Kalimantan. Dia menyampaikan 6 pesan yang diharap bisa dilakukan Nadiem selama menjadi Mendikbud.

Pesan yang juga tersemat pada akun Instagram Starlaeducation, Zainal Abidin mengaku sangat menanti kiprah Nadiem. Bukan karena menjadi menteri dari generasi milenial, melainkan apa yang dilakukan karena selama ini jabatan Menteri Pendidikan selalu diisi orang-orang tua dengan titel panjang.

1. Untuk persoalan data SDM dan Kependidikan tolong dibangun sistem yang integral pak , antara Dapodik , Guru Pembelajar , Akreditasi Online , PMP , SNP dll . Istilahnya satu data untuk semua . One For All. Supaya operator sekolah tidak sakit jiwa berkepanjangan pak 😅

2. Khusus untuk Guru Honor di buatkan regulasi yang menjamin masa depan mereka , misalnya yang honor 15 s.d. 20 Tahun di angkat PNS Murni , yang 5 s.d. 15 Tahun diangkat jadi Tenaga Kontrak Non PNS tanpa perlu seleksi dan aturan yang memberatkan.

Sertijab Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim Salam  Komado dengan Muhadjir Effendy

3. Untuk Kurikulum di sederhanakan aja pak , jujur masih ribet , utamanya di penilaian , kasih bintang saja pak macam di gojek itu 🤗

4. Saya setuju Bahasa Inggris di masukkan kembali di SD syaratnya Pendidikan Budi Pekerti juga di masukan untuk menguatkan pendidikan agama dan karakter 🙏

5. Perangkat administrasi guru di sederhanakan aja pak , masa RPP sampai 15 halaman , coba dikalikan jumlah guru se Indonesia , berapa juta eksemplar kertas di habiskan hanya untuk RPP padahal kertas itu bahan bakunya dari pohon , belum untuk silabus , prota , promes , kkm dll . Itupun RPP nya kadang kadang tidak sempat di baca 😅.

6. Untuk PPDB Zonasi di hapus aja pa , ganti PPDB sistem GPS 😅 siapa yang jarak rumahnya terdekat dengan sekolah di terima 80 % , sementara yang jauh namun berprestasi di terima sebanyak 20%.

3. Nadiem Makarim janji tingkatkan kesejahteraan guru

Nadiem yang masih berusia muda namun sudah menjabat sebagai menteri tentu banyak menuai perbincangan masyarakat. Mantan CEO Gojek tersebut pun meyakinkan masyrakat dengan menjanjikan transformasi pendidikan ke arah yang lebih baik. Salah satunya dengan meningkatkan kesejahteraan guru.

Nadiem menargetkan akan meningkatkan kesejahteraan guru hingga ingin menerapkan teknologi di bidang pendidikan.

"Dari sisi kapabilitas dan kesejahteraan guru itu adalah suatu hal yang terpenting," ujar Nadiem di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Dia juga akan menerapkan dan lebih memaksimalkan teknologi dalam dunia pendidikan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

"Peran teknologi akan sangat besar dalam semuanya, kualitas, efisiensi dan administrasi sistem pendidikan sebessar ini ya," paparnya.

 Sertijab Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim Salam Komado dengan Muhadjir Effendy

4. Nadiem tak mau dipanggil 'Pak', melainkan 'Mas'

Nadiem ternyata enggan dipanggil "pak", dirinya lebih memilih disapa dengan "Mas". Hal tersebut terucap saat Nadiem menyampaikan sambutannya dalam acara lepas sambut di Kantor Kemendikbud.

Awalnya, Nadiem bercerita, banyak rekan dan media yang bertanya apa program 100 harinya. Tapi, di awal jawaban, dia malah berseloroh mengenai sebutan "pak" yang diajukan oleh sang penanya.

"Saya sering ditanya oleh teman media maupun orang-orang, apa sih rencana 100 harinya, Pak Nadiem?" kata Nadiem.

Saya bilang, ‘Jangan panggil Pak Nadiem, panggil Mas Nadiem saja’," sahut dia, Rabu (23/10/2019).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini