JAKARTA- Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) I Wayan Nudra Bajantika Pradivta berhasil merancang kursi roda otomatis untuk disabilitas yang bisa dikendalikan dengan perintah gerakan otot tangan.
Kursi roda karya mahasiswa Departemen Teknik Biomedik Fakultas Teknologi Elektro (FTE) ini dirancang untuk memudahkan pergerakan para penyandang disabilitas maupun penderita stroke yang mengalami kelumpuhan.
Baca Juga: Fachruddin Ari Jadi Wisudawan Termuda ITS di Usia 19 Tahun
Kursi roda elektronik ini didesain dengan pengembangan kontrol pada bagian otot tangan. Dengan sensor elektromiograf, kursi roda inovatif ini akan menggunakan gerakan mulai dari pergelangan tangan sebagai pengendali arah dan gerak kursi roda.

Penelitian kursi roda elektronik yang memakan waktu selama kurang lebih tiga bulan ini nantinya bekerja dengan cara menempelkan elektroda sebagai kontrol otot pada masing-masing lengan tangan.
Baca Juga: Mobil Listrik Anargya ITS Harumkan Nama Indonesia di Jepang
Kalau belok ke kanan, telapak tangan kanan digerakkan dan sebaliknya untuk belok ke kiri. Kalau untuk bergerak maju, maka harus menggerakkan kedua telapak tangan bersamaan. “Sementara ini masih belum bisa mundur, jadi harus dilakukan memutar dengan belok terus ke salah satu arah,” terang pemuda kelahiran Dili, 5 Maret 1997 ini dikutip dari akun resmi ITS, Selasa (17/9/2019).
Sinyal myoelectric pada bagian otot tangan diamplifikasi melalui instrumentasi amplifier sebagai perintah input. Lalu sinyal disaring untuk menghilangkan noise dan menjaga rentang frekuensi elektromiograf. Setelah penyaringan, sinyal elektromiograf tersebut ditransformasikan dalam bentuk linier envelope yang memperoleh sinyal nilai maksimum dari elektromiograf untuk memudahkan klasifikasi perintah arah dari kursi roda.