Share

Ilmuwan Cantik Asal Indonesia Ini Jadi Duta Promosikan Australia Selatan

ABC News, · Senin 15 Juli 2019 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 15 65 2079151 ilmuwan-cantik-asal-indonesia-ini-jadi-duta-promosikan-australia-selatan-vjvuKHtA6P.jpg Mahasiswa Indonesia di Australia (ABC)

Cinta lingkungan dan panjat tebing

Di luar kesibukan dalam dunia penelitian, anak pertama dari dua bersaudara ini juga punya hobi lain seperti panjat tebing dan melakukan kegiatan pencinta alam.

Bersama suaminya, Sam Weckert, Icha sedang berusaha menerapkan "gaya hidup berkelanjutan" yang ia lakukan dengan menanam sayuran di kebun belakang rumah di tengah kegiatan lainnya.

"Kita menanam berbagai macam sayuran. Selain itu kita juga punya pohon buah-buahan, memelihara ayam petelur," cerita Icha.

"Semuanya untuk dikonsumsi pribadi demi meminimalkan pembelian dari supermarket."

Usaha ramah lingkungan lainnya meliputi penggunaan panel surya untuk menghasilkan listrik sendiri selama 24 jam dan penampungan air hujan untuk menyiram kebun.

Warga negara Australia ini juga menggunakan mobil ramah lingkungan yang bisa diisi ulang dengan tenaga listrik.

Menurut Icha, usaha kecil ini ia lakukan untuk mengurangi polusi dan memerangi perubahan iklim.

"Kita berusaha untuk hidup ramah dengan lingkungan. Ini hanyalah usaha-usaha kecil namun kita harap dapat membuat dunia berubah jadi lebih baik."

Hobi panjat tebing ia lakukan karena menurutnya aktivitas tersebut bersifat unik dan selalu melibatkan pemecahan masalah.

"Untuk memanjat rute tertentu yang belum pernah kita panjat membutuhkan analisa dan pemecahan masalah. Kita juga dilatih untuk selalu pantang menyerah."


Sains di Indonesia berpotensi besar

Menurut Icha penelitian bidang Sains di Australia memberikan kesempatan bertemu dengan banyak ahli mancanegara melalui konferensi sains dan sangat didukung pemerintah setempat.

"Melakukan riset atau bekerja di bidang sains di Australia sangat didukung pemerintah, bila dilihat dari penyediaan beasiswa dan lingkungan yang kondusif."

Perempuan yang sudah tertarik dengan Fisika sejak di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini melihat potensi besar dunia sains di Indonesia.

"Saya tidak tahu banyak tentang fasilitas untuk sains di Indonesia, karena sejak lulus SMA, saya langsung pindah ke Malaysia."

"Jadi saya belum pernah merasakan fasilitas riset di Indonesia lebih detil. Menurut saya, melakukan riset atau bekerja di bidang sains di Australia sangat didukung pemerintah."

"Saya tidak bisa berkomentar jauh karena saya belum pernah bekerja di Indonesia. Melihat dari teman-teman yang sekarang kerja di Indonesia, saya yakin kalau riset di Indonesia didukung banyak pihak dan juga pemerintah Indonesia" tambahnya lagi.

Bagaimana pandangan Melissa mengenai apakah Indonesia memiliki potensi besar dalam dunia sains?

"Negara Indonesia punya sumber daya alam yang melimpah. Anak bangsa Indonesia sendiri pun sangat berpotensi dan kreatif," kata Sarjana Teknik Universitas Curtin di Sarawak Malaysia tahun 2010 tersebut.

"Rasa ingin tahu anak Indonesia sangat tinggi. Selain itu Indonesia juga merupakan jembatan negara Asia Pasifik." tambah Melissa yang menyelesaikan pendidikan di SMA BPK Penabur 7 di Jakarta itu.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini