JAKARTA - Prestasi berhasil ditorehkan pelajar Indonesia di Intel ISEF di Amerika Serikat. Mereka berhasil menorehkan prestasi di kompetisi ilmiah internasional bergengsi itu. I Made Wiratathya Putramas dan Carolline Mathilda Nggebu berhasil meraih 4th Grand Award Intel ISEF 2019 untuk kategori Earth and Environmental Sciences: Life Sciences untuk karya ilmiah berjudul Potential Identification and Application of the Rhizophora apiculata and Sonneratia alba as a Bio Antifouling Agent for Anti foulant Paints.
Para pelajar SMA Negeri 3 Denpasar, Bali tersebut sebelumnya juga berhasil mendapatkan Special Award kategori Physical Science dari Sigma Xi, sebuah organisasi keilmuan internasional.
Baca Juga: Di Tengah Keterbatasan Ekonomi, Hafid Mampu Raih Nilai UNBK Sempurna
Keduanya meneliti potensi zat aktif dari tumbuhan mangrove jenis rhizophora apiculata yang terdapat di Pantai Serangan, Bali untuk bahan baku cat ramah lingkungan pada kapal laut. “Kami tidak menetapkan target yang terlalu tinggi pada ajang ini. Namun, penghargaan yang berhasil kami raih ini menjadi sepadan dengan beberapa kesempatan yang harus kami lewatkan agar kami bisa fokus pada penelitian ini,“ ucap Dera–panggilan akrab I Made Wiratathya Putramas.
Penghargaan juga didapatkan oleh Michaela Samanta. Pelajar SMAK Penabur Gading Serpong tersebut mendapatkan Special Award dari Patent and Trademark Office Society untuk karyanya C-Rice: Computational and Experimental Design Development of Transgenic Rice.
Samantha yang meneliti teknologi genetika untuk menghasilkan beras berprotein hewani untuk akses pangan bagi keluarga miskin tersebut berhak atas uang tunai sebesar USD500.
Baca Juga: Soal Matematika Dianggap Susah, Akun Instagram Kemdikbud Banjir Curhatan Pejuang UNBK