"Jadi, kita harus mengenalkan Planetarium dan Observatorium lebih baik lagi pada masyarakat menggunakan metode kombinasi tersebut," ungkap dia.
Baca Juga: Planetarium Jakarta, Lapan: Milenial Bisa Belajar Alam Semesta
Dia menuturkan bahwa sarasehan ini membuka percakapan tentang sejarah, politik dan pengetahuan. Pasalnya masyarakat tidak terlalu kritis pada sesuatu hal, seperti tatanan kata yang keliru sejak dulu masih tetap diikuti.
"Setiap susunan ilmu atau sejarah akan mewarnai kontennya dan ini sangat bermanfaat. Dan setelah ini membuka percakapan baru dengan bidang yang dipikir secara kritis," tutur dia.
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik