Pada tahap presentasi Entrepreneur Business Plan Competition ini, lanjut Alfiyyah diikuti oleh berbagai perguruan tinggi yaitu Universitas Telkom (UT), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Tarumanegara (Untar), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan IPB.
Kemudian Alfiyyah menjelaskan tentang tisu tanpa air yang diberi nama Dishue ini mengandung larutan yang berfungsi untuk mengangkat lemak dan kotoran sisa-sisa makanan. Terdapat varian aroma dalam Dishue yang dapat menghilangkan bau amis pada wadah.

“Dishue dibuat secara praktis sehingga dapat dibawa oleh traveller. Saat ini Dishue telah menerima pesanan dari beberapa daerah di Jabodetabek,” ucapnya.
Menurut Alfiyyah, dia bersama kedua rekannya merasa tidak ada kesulitan selama membuat Dishue untuk persiapan PKM.
“Dari hasil presentasi banyak masukan dari juri, seperti target pemasaran dan bahan tisu. Target pemasarannya dapat difokuskan pada anak-anak dan ibu-ibu. Bahan tisu disarankan diganti dengan bahan yang ramah lingkungan, kitosan misalnya,” jelas Alfiyyah.