JAKARTA - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyampaikan dukacita yang mendalam atas terjadinya musibah gempa bumi disertai Tsunami di wilayah Palu dan Donggala. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per tanggal 2 Oktober 2018 menyebutkan bahwa bencana ini menyebabkan 1.234 orang meninggal dunia, 799 orang luka berat dan 99 orang hilang.
Kemenristekdikti bergerak cepat untuk mengkoordinasikan dan memobilisasi bantuan kemanusian, baik dari pegawai pusat Kemenristekdikti maupun dari Perguruan Tinggi, Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) di bawah koordinasi Kemenristekdikti untuk disalurkan kepada para korban di Palu dan Donggala. Perguruan Tinggi dan LPNK memiliki sumber daya yang sangat dibutuhkan bagi penanganan korban bencana alam.

“Bantuan yang berhasil dihimpun mulai dari bantuan materil hingga tenaga ahli medis, psikolog, ahli sanitasi dan tenaga ahli lainnya yang dibutuhkan bagi pemulihan pasca bencana,” ucap Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dalam laporan yang diterima Okezone, Rabu (3/10/2018).
Baca Juga : Pasca-Gempa & Tsunami Palu, Mahasiswa Untad Bisa Kuliah Sementara di 38 PTN