“Berdasarkan hasil penelitian, nilai kemungkinan human error tertinggi dan terendah yaitu subtask melihat indikator baterai dan memasukkan kunci dengan nilai masing-masing adalah 0,59 dan 0,09,” jelas Reza

Selanjutnya, terdapat beberapa subtask yang memiliki nilai keandalan manusia di bawah 80%, seperti menekan tombol maju dan mundur, memegang stir kemudi, menginjak pedal rem dan gas, serta melihat speedometer dan indikator baterai. Pada aspek kritis tersebut dilakukan rancangan perbaikan untuk meningkatkan keandalan manusia pada saat mengemudi di ruang kemudi mobil listrik Ezzy.
Baca Juga: Perpres Mobil Listrik Akhirnya Diteken Jokowi
Reza sendiri memilih meneliti mobil Ezzy bukan tanpa alasan. Dahulu ia tergabung dalam ITS Solar Racing Team.