
“Ada banyak cara untuk meneruskan belajar ke Jepang, di antaranya itu mempersiapkan rencana mau kuliah di mana dan prosedur pendaftarannya. Cari informasi sebanyak-banyaknya. Jangan sampai telat daftar karena baru cari tahu informasinya. Kemudian mempunyai sertifikat di antaranya TOEFL, IELTS,JLPT, SAT, UN dan EJU. Untuk Indoensia biasanya sertifikat UN itu tidak dianggap, jadi harus mengikuti ujian EJU (Examination for Japanese University Admission for International Students) dan biasanya ada aplikasi untuk mengakses kampus dan bayar ya. Setelah itu tahap ujian masuk biasanya ada tes wawancara, essay, TPA (tes potensi akademik) dan apabila keterima biasanya dari kampusnya akan berkabar melalui email, atau via pos,” ujarnya.
Baca Juga: Tertarik Kuliah di New Zealand? Ini Rincian Biayanya!
Untuk biaya hidup di Jepang, Apin mengungkapkan, rata-rata sekitar 4,681 Yuan yang bukan termasuk biaya kuliah.
“Untuk biaya masuk universitas, biasanya per semester dan per tahun. Tetapi kampus lebih mengusulkan untuk bayaran yang setahun. Bisa dikatakan murah untuk biaya hidup di Jepang. Jangan samakan dengan di Tokyo ya mungkin ada beberapa mahasiswa yang memilih untuk tinggal di apartemen di Tokyo dan biaya lebih tentu lebih mahal,” terangnya.
