“Literasi itu tidak cukup dengan membaca 15 menit saja,” katanya.
Bagi Muhadjir, literasi tidak hanya dapat digerakkan melalui sekolah, namun juga melalui keluarga, dan masyarakat. Kebiasaan membaca buku bersama dengan anak, atau mendongeng merupakan wujud konkret yang bisa dilakukan orang tua untuk menumbuhkan budaya literasi.
“Jangan sampai anak-anak bisa baca, tapi tidak tahu, tidak paham apa yang dibacanya,” tuturnya.
Menurutnya, peran pegiat forum taman bacaan masyarakat serta pustakawan dipandang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan literasi generasi muda. Ia berpesan agar para pegiat dan pustakawan tidak hanya memberikan pelayanan dalam mengantar buku bacaan ke anak-anak, namun juga dapat memberikan fasilitasi untuk diskusi yang mendorong pemahaman lebih mendalam.
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik