"Kalau sudah jadi animator gajinya besar pasti tidak mau jadi guru karena gaji guru kecil. Belum lagi kalau mau PNS juga tidak jelas kapanya," tuturnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya akan melakukan pelatihan-pelatihan bagi para guru agar dapat berkompeten sesuai bidangnya. Misalnya untuk mencetak guru yang mahir animasi maka guru teknologi informasi dan komunikasi (TIK) akan dilatih, meski hal tersebut tidak mudah.
"Untuk animasi kita ambil dari guru TIK meskipun kalau kita dalami lagi, animasi lebih ke seni dan bakat. Pelatihan-pelatihan guru ini akan ditingkatkan," paparnya. Dengan upaya-upaya tersebut, ia berharap siswa SMK dapat berkompeten dan terserap oleh industri.
Ia menjelaskan, jurusan yang paling banyak tidak terserap oleh industri diantaranya teknologi dan rekayasa seperti otomotif, permesinan, teknik kimia dan jurusan bisnis manajemen. Oleh karenanya sejak dua tahun terakhir, pemerintah mulai membatasi pembukaan jurusan tersebut di SMK.
"Kita mulai mengurangi juga karena kita tidak bisa kontrol (pembukaan jurusan) sejak 2003 sampai 2015 untuk bidang keahlian itu. Sekarang sangat sulit kalau mau buka jurusan itu," katanya.
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik