Advertisement
Advertisement

1,5 Juta Siswa SMK Akan Lulus, Lapangan Pekerjaan Masih Minim

Susi Fatimah , Jurnalis-Kamis, 01 Maret 2018 |15:09 WIB
1,5 Juta Siswa SMK Akan Lulus, Lapangan Pekerjaan Masih Minim
Foto: Dok Okezone
A
A
A

JAKARTA - Sekira 1,5 juta siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akan lulus menempuh pendidikan pada tahun ini. Sementara jumlah lapangan pekerjaan yang ada tak sebanding jumlahnya. Artinya akan terjadi pengangguran dalam jumlah besar yang disumbang dari para lulusan SMK.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pembinaan SMK Kemdikbud M. Bakrun mengatakan, pihaknya terus berupaya agar siswa SMK dapat terserap banyak oleh kalangan industri, sehingga tidak menimbulkan pengangguran yang besar. Salah satunya dengan program revitalisasi SMK yaitu dengan menambah jurusan baru yang sesuai perkembangan zaman dan merevisi kurikulum agar kompetensi yang dihasilkan bisa sesuai dengan kebutuhan industri.

"Misalnya saja jurusan e-commerce, pemasaran kita buka bisnis daring, ada juga desain komunikasi visual, energi terbarukan, animasi sudah ada juga, jurusan logistik juga sudah. Jurusan ini dalam rangka mengikuti kebutuhan industri. Kami mencoba kurikulum yang fleksibel agar lulusan SMK kompeten dan diterima di industri atau berwirausaha," ujar Bakrun di Jakarta, Rabu (1/3/2018).

Selain itu, sambung dia, pihaknya juga akan menggelar lomba kompetensi siswa (LKS) untuk siswa SMK. Rencananya akan ada 51 bidang yang dilombakan dalam LKS SMK 2018 ini. Lomba yang diikuti oleh para siswa SMK seluruh Indonesia itu rencananya diadakan pada 6-12 Mei 2018 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan mengusung tema "Generasi Muda Zaman Now yang Berkompeten dan Berkarakter".

"Lomba ini salah satu proses untuk menghasilkan siswa SMK yang kompeten," tuturnya.

Nantinya, lanjut Bakrun, para pemenang LKS SMK ini akan bertarung bersama siswa SMK dari berbagai negara di dunia dalam ajang World Skills Competition (WSC) pada Agustus 2019 mendatang di Rusia. Persiapan selama satu tahun diperlukan agar para siswa dapat maksimal mempersiapkan lomba tersebut. Bakrun menambahkan, tahun lalu, perwakilan Indonesia berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah internasional karena berada di peringkat 12. Ia berharap tahun ini dapat meraih peringkat lebih baik lagi.

Ia tak memungkiri, permasalahan dalam SMK yaitu masih banyaknya guru yang kurang kompeten dalam bidangnya. Ia mencontohkan, minimnya guru untuk kejuruan animasi yang banyak peminatnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement