Advertisement
Advertisement

Profesor ITB Tunjukan Seni Memecahkan Masalah dengan Matematika

Shara Nurachma , Jurnalis-Kamis, 22 Februari 2018 |08:06 WIB
Profesor ITB Tunjukan Seni Memecahkan Masalah dengan Matematika
Foto: Dok ITB
A
A
A

JAKARTA - Ilmu matematika disebut sebagai dasar dari semua ilmu pengetahuan. Walau banyak orang yang tak suka ilmu hitung menghitung ini, tak jarang juga yang gemar dan terampil menerapkan ilmu ini.

Prof. Marcus Wono Setya Budhi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Teknologi Bandung (ITB), menjelaskan banyak permasalahan sehari-hari yang dapat dimodelkan dengan matematika dan banyak contoh menarik dari masalah yang dapat diselesaikan dengan ilmu matematika.

Dikutip dari buku orasi ilmiahnya berjudul “Matematika, Seni Pemecahan Masalah, Bahkan untuk Hal Yang Tak Terlihat” yang dipublikasikan di tahun 2015 ini, Prof Wono menjelaskan gambaran tentang seni dan manfaat penggunaan matematika di kehidupan sehari-hari. Berikut penjelasanya seperti dilansir dari laman ITB, Kamis (22/2/2018).

Matematika dan Kaitannya dengan Budaya Indonesia

 

Penggunaan ilmu matematika salah satunya dapat dilihat dari peninggalan kontruksi bangunan yang ditinggalkan seperti candi-candi, istana, dan sebagainya yang banyak terdapat di Indonesia. Untuk membangun candi dan istana yang bisa kokoh berdiri hingga sekarang, tentu perlu perhitungan matematika yang matang. Contohnya Candi Prambanan, tidak hanya sekadar tumpukan batu tetapi terdapat ruangan kosong di dalamnya.

Hal lain yang juga menggunakan perhitungan matematika seperti misal sifat perambatan gelombang jika melewati masa yang berbeda masa. Manusia saat ini mampu memprediksi struktur di dalam bumi berkat balikan atau invers gelombang dari dalam bumi

Harry Potter dan Star Trek di Dunia Matematika

 

Pasti tahu film fantasi seperti Harry Potter dan Star Trek kan? Hampir semua orang pasti berpendapat bahwa film Harry Potter merupakan film imajinasi yang tidak bisa dipikirkan dengan logika, seperti kemampuan jubah ajaib Harry Potter yang dapat membuatnya menghilang bahkan tidak terlihat sampai dengan jubahnya juga. Tak jauh berbeda, di film Star Trek, terdapat benda-benda yang dapat terlihat dan tak terlihat. Diceritakan, di kapal Romulan terdapat tameng yang dapat membelokkan cahaya tertentu atau dalam ilmu matematika biasa disebut cloaking. “Meskipun hal tersebut terlalu rumit untuk dijelaskan dalam hitung-hitungan matematika, namun secara sederhana dengan pembelokan cahaya, maka benda yang ada tidak akan terlihat oleh mata,” jelas Prof. Wono seperti dilansir laman ITB.

Ada juga teori tentang bagaimana bisa suatu barang tak terdeteksi oleh pantulan gelombang elektromagnetik yang dapat menembus hampir semua media tersebut? Orang ahli matematika dan fisika sudah mengetahui kalau hal tersebut sangat mungkin dilakukan. Namun, penjelasan teori tersebut terlalu teknis untuk dijelaskan dengan rangkaian kata. Masalah ini menjadi “metamaterial” dengan struktur mikro yang sangat khusus, dan dapat membelokan gelombang yang dapat dikontrol dan juga jenisnya.

Perlunya Keterampilan Bermatematika

Membahas fenomena sehar-hari yang sering terjadi di sekitar kita dengan memodelkan bentuk persamaan matematika tentu menjadi sangat menarik karena pasti masih banyak hal lain yang juga dapat dimodelkan. Prof. Wono mengatakan, bahwa matematika merupakan kegiatan yang akan selalu berkembang.

Matematika adalah penemuan dasar manusia pada zaman dahulu, tentu tidak hanya dibutuhkan sebuah rumus dan pasti akan lebih menarik jika mengembangkannya. Kita harus mampu belajar dari pendahulu kita, menemukan rumus-rumus. “Kakak ipar saya itu tak hafal dengan rumus, tetapi dia dapat menyelesaikan soal geometri yang dipandang sangat sulit. Untuk itu, walaupun tujuan kita bukan untuk menjadi seorang ahli matematika, tetapi keterampilan bermatematika akan sangat berguna, apalagi bagi calon saintis, maupun yang akan bekerja di bidang teknologi,” cerita Prof. M. Wono.

Bermula dari munculnya pertanyaan-pertanyaan fisika dan kimia saat SMA yang hanya bisa diselesaikan dengan matematika, mendorong Prof. Wono tertarik menekuni bidang matematika itu.

“Semisal bagaimana menghitung paruh waktu suatu zat yang mempunyai umur ribuan tahun, dan banyaknya gejala di fisika maupun kimia yang tidak dapat dilakukan, tetapi dapat dijawab melalui matematika,” ungkap Prof. Wono.

(Susi Fatimah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement