“Fokusnya adalah pada apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas kebijakan intervensi gizi yang telah ada. Sehingga, upaya itu mampu mendorong political will seluruh pihak yang terkait dengan bidang pangan dan gizi untuk terlibat dan mencari model implementasi partisipatif,” ungkapnya.
Kemudian, Mego menuturkan bahwa WNPG XI kali ini juga berupaya untuk merumuskan strategi percepatan efektivitas program penurunan stunting yang sinergis dan mampu menyatukan seluruh pihak.
“Selain itu, melalui WNPG XI, LIPI juga berupaya mendorong diseminasi hasil-hasil penelitian LIPI terkait pangan dan gizi agar mampu tersambung ke industri dengan baik dan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah”, ujarnya.
Pada intinya, WNPG XI juga mengajak masyarakat untuk memahami pangan dan gizi secara baik, serta seluruh pihak terkait untuk berkoordinasi secara sinergis dalam upaya mengurangi angka stunting di Indonesia. Secara khusus, LIPI ingin mengimplementasikan peran iptek untuk meningkatkan pelayanan gizi masyarakat, aksesibilitas pangan yang beragam, penjaminan keamanan dan mutu pangan, perilaku hidup bersih dan sehat, dan pembangunan pangan dan gizi.
(Kemas Irawan Nurrachman)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik