Advertisement
Advertisement

Doktor UI Ciptakan Alat Deteksi Dini Kanker Paru-Paru yang Ekonomis

Elva Mustika Rini , Jurnalis-Selasa, 16 Januari 2018 |11:54 WIB
Doktor UI Ciptakan Alat Deteksi Dini Kanker Paru-Paru yang Ekonomis
Foto: Medscape
A
A
A

JAKARTA – Tingginya angka kematian oleh kanker paru-paru disebabikan oleh keterlambatan diagnosis. Menilik masalah tersebut, Doktor Biomedik Fakultas Keodokteran (FK) Universitas Indonesia (UI) Dr. dr. Achmad Hudoyo, Sp.P(K), mengembangkan inovasi berupa alat deteksi dini kanker paru-paru dari balon karet.

Menurut Achmad, ide ini terpikir dari kemampuan anjing melacak keberadaan kanker di tubuh penderitanya.

“Anjing pelacak yang sudah terlatih, dapat membedakan napas pasien yang menderita kanker paru dan yang tidak dengan tingkat keakuratan mencapai 93%. Ini mengindikasikan bahwa ada suatu zat tertentu yang hanya terdapat di napas para penderita kanker paru. Inilah yang kemudian menginspirasi saya memulai penelitian ini,” ujarnya, seperti dilansir dari laman UI, Selasa (16/1/2018).

Alat ini bekerja dengan cara memerangkap embusan napas penderita kanker paru-paru ke dalam sebuah balon karet. Balon tersebut lalu didinginkan dalam lemari es, atau direndam dalam air es terjadi proses pendingian. Embusan napas disemprotkan ke kertas saring khusus untuk menympan DNA yang akan dikirim ke laboratorium untuk pemeriksaan terkait vonis kanker paru-paru.

“Metode ini juga memiliki keunggulan karena menggunakan alat yang sederhana dan murah, yaitu berupa balon karet yang sering dimainkan anak-anak yang dapat dengan mudah ditemukan di Indonesia. Tingkat keakuratan metode ini juga mencapai diatas 70%,” bunyi keterangan pada laman.

Menilik dari segi ekonomi, alat ini menjadi alternatif pengganti metode lama pemeriksaan kanker paru-paru melalui pemeriksaan dahak dan foto rontgen yang memerlukan biaya mahal.

Achmad berharap, alat yang ia ciptakan dapat meningkatkan harapan hidup melalui deteksi dini, juga dapat membantu para penderita di daerah-daerah yang belum terjangkau pelayaan kesehatan.

(Susi Fatimah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement