Share

Pelajar Tangerang Ubah Cangkang Kerang Hijau Jadi Penetralisir Limbah Laut

Chyntia Sami B, Okezone · Kamis 14 Desember 2017 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 14 65 1830288 pelajar-tangerang-ubah-cangkang-kerang-hijau-jadi-penetralisir-limbah-laut-T4ijFfrFzd.jpg Foto: Chyntia/Okezone

TANGERANG - Dua pelajar SMA Santa Laurensia, Tangerang berhasil menciptakan inovasi baru dalam mengurangi pencemaran laut dengan cangkang kerang hijau dan ekstraksi kayu bakau.

Bahkan, berkat inovasinya tersebut mereka berhasil menyabet gelar juara pertama di ajang penelitian Lomba Karya Ilmiah Remaja tingkat nasional 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Keduanya, yakni Christopher Prasetya Mulya dan Devina Grisella yang masih duduk di bangku kelas XII tersebut mengaku, ide tersebut berawal dari adanya blooming algae yang terjadi beberapa tahun lalu hingga menyebabkan jutaan biota laut mati di Pantai Utara Jakarta.

Menurutnya, ekosistem pantai utara Jakarta, sudah sangat tercemari dengan berbagai jenis limbah berbahaya. Baik itu yang dihasilkan oleh industri maupun hasil dari rumah tangga.

"Adanya blooming algae tersebut disebabkan tingkat pencemaran limbah industri dan rumah tangga yang tinggi disana. Akhirnya kita pun berpikir bagaimana cara untuk mengurangi limbah agar ekosistem kembali normal," ujar Devina, Kamis (14/12/2017).

(Baca juga: Teliti Cocor Bebek, Mahasiswa Ini Raih IPK Sempurna)

Keduanya pun terus melakukan penelitian guna mengatasi masalah tersebut. Hingga akhirnya, mereka menemukan kandungan dalam cangkang kerang hijau yang dapat menyerap limbah industri dan kayu bakau yang dapat menyerap limbah rumah tangga.

โ€œKarena orang tua selalu melarang saya makan kerang hijau terlalu banyak, saya pikir pasti kerang hijau ini mampu menyerap banyak timbal berbahaya, dan saat diteliti ternyata benar, dia mampu menetralisir limbah berbahaya sampai 88,3 persen,โ€ tambah Devina.

Tak hanya itu, ia melihat tingkat konsumsi kerang hijau sejak 6 tahun terakhir cukup tinggi. Sementara, cangkangnya tidak dapat dimanfaatkan sehingga memiliki nilai lebih dan hanya menambah volume sampah. Hal tersebut yang membuat hati Devina dan Christopher tergerak untuk memanfaatkan cangkang kerang hijau. Selain untuk menyerap limbah, juga untuk mengurangi jumlah sampah cangkang kerang tersebut.

Sementara, dari hasil penelitian yang telah dilakukan ekstrak kayu bakau dapat menetralisir limbah anion yang dihasilkan dari limbah rumah tangga, seperti detergen bekas aktifitas mencuci dengan sabun.

Dari hasil penemuan tersrbut, mereka pun menghancurkan kedua bahan tersebut dan menggabungkannya dengan teknik ultrasonik hingga menjadi butiran sebesar 100 mikrometer. Nantinya, butiran tersebut dapat dilarutkan dalam air untuk menyerap limbah.

Keduanya mengaku, penelitian tersebut telah menghabiskan waktu riset selama 3 bulan. Waktu itu mereka habiskan untuk memperoleh pasti, ekstraksi yang baik dalam upayanya menetralisir kandungan air berlimbah.

Kedepan, mereka juga berjanji akan terus mengembangkan hasil penelitiannya itu, sambil mempersiapkan diri menuju ajang perlombaan sains bergengsi tingkat dunia di ISEF pada 2018 mendatang.

ISEF atau Intel International Science and Engineering Fair 2018 merupakan ajang perlombaan sains dan teknik bergengsi yang akan dihelat di Amerika Serikat.

"Kemarin sudah mengikuti tahapan seleksi, tinggal menunggu hasilnya saja yang diumumkan dalam waktu dekat. Semoga kami bisa mewakili Indonesia di kompetisi tersebut,โ€ tandasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini