Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Fakta Kasus Kematian Amelya Nasution Berbeda dengan Temuan Kemdikbud

Susi Fatimah , Jurnalis-Selasa, 23 Mei 2017 |13:15 WIB
Fakta Kasus Kematian Amelya Nasution Berbeda dengan Temuan Kemdikbud
Makam Amelya Nasution (Foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Komisi E DPRD Sumatera Utara menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan sejumlah pihak terkait kasus meninggalnya siswi SMKN 3 Padangsidimpuan, Amelya Nasution yang nekad minum racun tanaman usai diintimidasi oleh oknum guru.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti, mengatakan, dari testimoni yang disampaikan oleh dua teman almarhum Amelya, Iddiyah Annur dan Rini Aprianti terungkap bahwa pada saat mereka diproses di ruang BK (Bimbingan Konseling) ternyata ada 10 orang guru di ruangan tersebut termasuk nama-nama yang sudah muncul dari fakta-fakta selama ini, yaitu Kamsiah Sinaga, Elly, Fitja Orsa dan guru BP. Saat proses berlangsung pintu ruangan dikunci dari dalam oleh seorang guru yang bernama Basral.

Dari testimoni itu juga terungkap bahwa kepala sekolah SMKN 3 Padangsidempuan sempat berada di ruangan itu bersama suaminya yang merupakan anggota Polres Padangsidempuan.

"Suami kepala sekolah sempat berbicara dengan anak-anak yang diintimidasi tersebut, sempat menyampaikan info terkait UU ITE tetapi anak-anak tidak merasa terancam. Namun fakta ini mengundang pertanyaan dari anggota DPRD Sumut mengapa suami kepala sekolah berada di situ, apalagi sebagai aparat negara," tutur Retno dalam siaran persnya, Selasa (23/5/2017).

Dua fakta yang tersebut, lanjutnya, berbeda dengan temuan Irjen Kemdikbud dalam hasil audit yang diberikan kepada Dinas Pendidikan Sumut.

Fakta yang juga berbeda adalah mengenai jumlah soal yang dibocorkan. Dalam laporan Audit Inspektorat Kemdikbud disebutkan bahwa ada tiga soal yang bocor dengan jenis esai sementara pengakuan siswa ada lima soal yang bocor dengan jenis yang sama.

Sebelumnya diberitakan, Amelya Nasution meninggal dunia setelah mencoba bunuh diri dengan meminum racun rumput usai pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada April 2017. Amel diduga mendapat kekerasan verbal hingga akhirnya nekad mengakhiri hidupnya.

(Susi Fatimah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement