"Dia juga terampil pada kegiatan mendesain, dan hasil karya desainnya itu juga dipajang di beberapa rumah makan besar yang ada di Kota Jambi," katanya.
Pada pelaksanaan UN tingkat SMA di SLB Sri Soedewi tahun 2017 ini diikuti oleh 13 siswa berkebutuhan khusus. Mereka mendapat pendampingan khusus dari pengawas.
Dari 13 anak berkebutuhan khusus yang mengikuti ujian nasional tersebut diantaranya empat anak menyandang tunanetra dan delapan anak menyandang tunarungu serta satu anak menyandang tunadaksa.
Solbi mengatakan untuk siswa penyandang tunanetra itu mengerjakan soal-soal dengan huruf braile dengan dibantu pengawas dari sekolah lain yang bertugas mendampingi dan membacakan soal kepada siswa.
"Meskipun mereka berkebutuhan khusus kami optimis mereka dapat mengerjakan soal dan harapannya bisa lulus 100 persen," kata Solbi menambahkan.
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik