PKR tersebut kemudian diimplementasikan pada sekolah-sekolah yang kekurangan guru. Di mana satu guru bisa mengajar di dua kelas secara bersamaan apabila materi yang diberikan sama atau berhubungan.
"Hal ini semata-mata agar permasalahan di daerah bisa teratasi sehingga tingkat buta aksara bisa berkurang," tandasnya.
Memasuki penghujung tahun ke-5 program atau tahun terakhir, Silvana mengungkapkan banyak dampak positif dari hasil pendampingan dan kemampuan siswa di bidang membaca seperti memahami isi bacaan, membaca lancar, dan kemampuan menyimak berdasarkan hasil Early Grade Reading Assesment (EGRA) atau penilaian membaca di kelas awal sekolah dasar yang dilakukan oleh USAID Prioritas Jatim.
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik