"Peningkatan signifikan ini memang masih di bawah rata-rata OECD. Kita masih banyak pekerjaan rumah, tetapi juga harus melihat bahwa ada kemajuan dan manfaat, serta nilai tambah dari sekolah," tutur Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Balitbang Kemdikbud, Nizam.
Ia menambahkan, hasil survei seperti PISA digunakan untuk perbaikan pendidikan di Tanah Air. Sehingga, bukan untuk mengejar peringkat semata. Apalagi, sampel yang digunakan hanya 236 sekolah di seluruh Indonesia.
"Jadi, 236 sekolah itu harus merepresentasikan pendidikan di Indonesia. Dari segi sampelnya sudah agak dirugikan," tukasnya. (afr)
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik