Share

Ini Syarat Jadi Kampus Kelas Dunia

Afriani Susanti , Okezone · Rabu 15 Juni 2016 13:33 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 15 65 1415729 ini-syarat-jadi-kampus-kelas-dunia-PBYGZ7xVDE.jpg Ilustrasi : (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Setiap tahun, berbagai lembaga pemeringkatan perguruan tinggi internasional menilai puluhan ribu institusi pendidikan di seluruh dunia. Perguruan-perguruan tinggi yang unggul dalam daftar ini pun berhak menyandang predikat kampus kelas dunia.

Guna menjadi kampus kelas dunia, sebuah perguruan tinggi harus bisa memenuhi sejumlah kriteria yang menjadi standar penilaian tersebut. Selain itu, mereka juga biasanya memiliki karakter berbeda dari perguruan tinggi lainnya.

Pemeringkatan QS World University Rankings, misalnya, memiliki sedikitnya enam parameter penilaian. Hasil pemeringkatan yang dibuat Quacquarelli Symonds (QS) itu pun kerap menjadi acuan calon pelajar internasional dalam menentukan pilihan kampus dan negara tujuan studi.

Berikut ini sejumlah katagori yang menjadi penilaian perguruan tinggi untuk menjadi kampus kelas dunia versi QS World University Rankings, seperti dinukil Okezone melalui laman Top Universities, Rabu (15/6/2016).

Riset

Indikator yang dipertimbangkan dalam aspek riset yakni kualitas riset di tengah kegiatan akademik kampus. Indikator lainnya adalah produktivitas, sitasi atau pengutipan yang dilakukan orang hingga penghargaan yang didapatkan atas riset tersebut.

Pengajaran

Peran kunci perguruan tinggi adalah mengasah pemikiran para mahasiswa, memberikan inspirasi pada generasi selanjutnya yang berpotensi pada bidang penelitian. Karena itu penilaian dalam pengajaran ini juga dikolaborasikan dengan masukan mahasiswa tentang pola pembelajaran mereka, rasio pendidikan lanjutan hingga rasio dosen terhadap mahasiswa.

Kemampuan kerja

Penilaian juga dilakukan pada kekuatan akademik, fokus pada akademik serta kemampuan lulusannya bekerja secara efektif di tim yang multikultur. Indikator yang digunakan umumnya yakni survei melalui pekerja, dan pemeringkatan pekerja dari lulusan suatu perguruan tinggi.

Internasionalisasi

Indikator ini menilai proporsi mahasiswa dan staf kampus yang merupakan warga asing, jumlah pertukaran pelajar yang datang maupun pergi, sampai jumlah WNA yang mewakili setiap siswa. Penilaian juga mencakup jumlah serta kekuatan dari mitra internasional yang dijalin kampus tersebut.

Fasilitas

Melalui berbagai fasilitas kampus, mahasiswa akan bisa mendapatkan beragam pengalaman dari tempatnya menempuh pendidikan. Fasilitas yang dimaksud seperti fasilitas olahraga, IT, perpustakaan, sampai fasilitas kesehatan.

Online atau jarak pembelajaran

Kampus juga akan dinilai berdasarkan pada pelayanan mahasiswa dan teknologi yang digunakan, interaksi siswa, keikutsertaan siswa, sampai komitmen kampus melakukan pembelajaran secara online.

Tanggung jawab sosial

Penilaian ini juga mencakup keterlibatan kampus pada masyarakat. Dengan begitu, bisa dilihat seberapa besar peran kampus dalam hal pengembangan dan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar.

Inovasi

Ini merupakan hasil dari apa yang sudah dicapai oleh kampus. Dengan inovasi ini, kampus bisa menciptakan lingkungan ekonomi, sosial bahkan budaya yang akan meningkatkan reputasi kampus mereka.

Seni dan budaya

Indikator lainnya yang juga menjadi penilaian yakni pada pagelaran seni dan budaya yang dilakukan, jumlah penghargaan budaya sampai investasi budaya.

Inklusivitas

Pada arena ini akan dilihat akses yang dimiliki perguruan tinggi ke mahasiswanya, terutama beasiswa yang ditawarkan, keseimbangan gender serta akses bagi penyandang disabilitas.

Kriteria spesialis

Penilaian pada kategori ini sangatlah sempit. Kampus akan dinilai melalui berbagai spesialiasai yang dimilikinya, misalnya dengan pertimbangan akreditasi dan disiplin ilmu. (afr)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini