Kendala lain yang dihadapi Istiqomah saat menjadi tenaga guru di sana adalah kedisiplinan siswa dalam belajar. Pasalnya, ada siswa yang datang pada awal dan akhir semester saja. Dia juga prihatin dengan keadaan siswa yang jarang mengenakan seragam karena tidak memilikinya.
"Pakaian sederhana seadanya, bahkan tak pernah ganti sampai-sampai saya bisa hafal nama siswa dari melihat warna baju yang dipakai. Oleh karena itu SD Inpres Bakonaip membeli seragam batik menggunakan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang akan dibagikan pada semua siswa," paparnya.
Memakai baju yang sama, ucap Istiqomah, semua anak terlihat gembira. Para siswa semangat dan antusias belajar. Baju batik baru yang dikenakan mendorong siswa lebih rajin datang ke sekolah. Selain itu, juga meningkatkan kedisiplinan dalam berpakaian serta menjaga kebersihan.
"Jika kelak saya harus meninggalkan Bakonaip, saya berharap anak-anak masih tetap belajar baik," sebutnya.
Masyarakat kampung Bakonaip menyambut gembira kedatangan para guru SM3T UNY. Bahkan, salah satu warga, Meli Uopmabin berterimakasih atas kedatangan para guru tersebut. Dia berharap, ada guru bantuan dari pemerintah untuk bisa mengajari anak-anak di Bakonaip. Bahkan mengharapkan guru tetap, bukan hanya kontrak.
"Terima kasih sudah mengajar anak-anak kami di SD dan SMP. Dengan kedatangan bapak dan ibu guru SM3T, kami bisa tahu masak-masak, bikin kue, dan latihan komputer," imbuhnya.
Ikuti Try Out SBMPTN 2016 Okezone pada Senin, 23 Mei di Gedung SMESCO. Info lengkap klik laman tryout.okezone.com. Segera daftar, banyak hadiah menarik menanti!
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik