Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Panglima Perang Adat Pimpin Upacara Hardiknas

Rocky Oroh , Jurnalis-Senin, 02 Mei 2016 |12:25 WIB
Panglima Perang Adat Pimpin Upacara Hardiknas
Peserta Upacara Hardiknas 2016 di Kemdikbud. (Foto: Twitter Kemdikbud)
A
A
A

BITUNG - Beragam cara dilakukan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei. Ada yang serius, hingga unik. Di Kota Bitung, Sulawesi Utara, misalnya, seorang panglima perang adat Minahasa dipercaya menjadi pemimpin upacara Hardiknas 2016.

Berpakaiana serba merah, sang panglima perang berdiri gagah di tengah lapangan Kantor Wali Kota Bitung, Sulawesi Utara, Senin (2/5/2016). Upacara Hardiknas 2016 sendiri berjalan khidmat.

Wali Kota Bitung, Max Jonas Lomban menjadi pembina upacara Hari Pendidikan Nasional 2016. Dia dijaga enam prajurit perang adat Minahasa.

"Beberapa program pendidikan Pemkot Bitung di antaranya mencari dan membebaskan biaya pendidikan bagi siswa yang telah putus sekolah dan melarang pungutan dalam rangka penerimaan siswa baru," ujar Max dalam sambutannya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bitung, Ferdinand Tangkudung, adalah orang yang dipercaya memimpin upacara dengan pakaian lengkap panglima perang suku Minahasa tadi, Selain pakaian serba merah, dia mengenakan kalung tengkorak, mahkota kepala burung serta menggenggam pedang.

"Kami berharap, nilai budaya dan adat tetap dilestarikan sesuai instruksi presiden," tukas Ferdinand.

Upacara Hari Pendidikan Nasional 2016 ini dihadiri seluruh unsur pemerintah daerah serta para siswa sekolah di Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Ikuti try out online SBMPTN 2016 Okezone di laman: tryout.okezone.com pada 25 April-10 Mei. Ada hadiah menarik bagi peserta dengan nilai tertinggi, lho!

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement