Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ki Hadjar Dewantara, Trah Bangsawan Berjiwa Pemberontak (1)

Prabowo , Jurnalis-Senin, 02 Mei 2016 |08:18 WIB
Ki Hadjar Dewantara, Trah Bangsawan Berjiwa Pemberontak (1)
Raden Mas Suwardi Surryaningrat alias Ki Hadjar Dewantara bersama istrinya Raden Ajeng Sutartinah. (Foto: Prabowo/Okezone)
A
A
A

YOGYAKARTA - Nama Ki Hadjar Dewantara tak asing di telinga bangsa Indonesia. Pahlawan Nasional yang lahir di Yogyakarta pada 2 Mei 1889 itu merupakan pelopor dunia pendidikan.

Setiap tahun, tanggal kelahirannya selalu diperingati bangsa ini sebagai Hari Pendidikan Nasional. Sosok Ki Hadjar Dewantara sendiri memiliki jiwa besar membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda, melalui dunia pendidikan.

"Jika menengok sejarah, Ki Hadjar Dewantara ini merupakan sosok bangsawan yang memiliki jiwa pemberontak di masa penjajahan Belanda," kata Ketua Museum Dewantara Kirti Griya Yogyakarta, Sri Muryani.

Ya, nama kecilnya Raden Mas Soewardi Soerjaningrat. Beliau merupakan salah satu cucu Kanjeng Gusti Pangeran Aryo Adipati (KGPAA) Pakualam III, dari anak Gusti Pangeran Haryo (GPH) Soerjaningrat.

"Hidup di masa penjajahan Belanda, masyarakat umum tak boleh sekolah. Karena beliau merupakan bangsawan (Trah Pakualam), berhak memperoleh pendidikan di sekolah waktu itu," katanya.

Di tengah menimba ilmu, dan berorganisasi, jiwa kritisnya tumbuh seiring melihat kondisi kehidupan sosial masa itu. Ki Hadjar sempat menyenyam pendidikan kedokteran tapi tak sampai lulus karena sakit yang diderita.

Meski demikian, bibit jiwa pemberontak pada kolonial penjajah ada dalam darahnya. Itu terlihat saat Ki Hadjar muda menjadi wartawan dengan tulisan-tulisannya yang menyentil pemerintahan Belanda.

"Karena tulisannya dianggap menghina Pemerintah Kolonial Belanda, maka ditangkap dan diasingkan," imbuh Sri.

Ikuti try out online SBMPTN 2016 Okezone di laman: tryout.okezone.com pada 25 April-10 Mei. Ada hadiah menarik bagi peserta dengan nilai tertinggi, lho!

Pengasingan di Pulau Bangka tak membunuh jiwanya sebagai pemberontok anti kolonial. Bahkan, diasingkan ke Negeri Belanda untuk sekolah, menjadi senjata ampuh untuk menyerang melalui pendidikan.

Istrinya, Raden Ajeng Sutartinah selalu mendampingi Ki Hadjar dalam kehidupannya. Putri yang juga merupakan kaum bangsawan trah Pakualam itu setia membantu suaminya dalam perjuangan, melalui pendidikan.

"Setelah pulang dari pengasingan, Beliau mengajar, jadi guru untuk kaum pribumi. Lambat laun, jumlah muridnya semakin banyak. Karena tempat tinggalnya (sekarang Jalan Gajah Mada - red) tidak memadai, kemudian mencari tempat lain, dapat di Tamansiswa ini," jelasnya.

Kala itu, belum ada peresmian tempat belajar bagi kaum pribumi di Tamansiswa tersebut. Beberapa tahun kemudian, baru sekolah Tamansiswa diresmikan.

"Cikal bakal Tamansiswa itu, ya di tempat ini," jelas Sri.

Di usia yang ke-40, Raden Mas Soewardi Soerjaningrat menganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Perubahan nama itu bertujuan agar tidak ada jarak antaran kaum bangsawan dan pribumi. Ki Hadjar ingin kesamaan hak mendapatkan pendidikan, bagi kaum pribumi kala itu. (bersambung)

Ikuti try out online SBMPTN 2016 Okezone di laman: tryout.okezone.com pada 25 April-10 Mei. Ada hadiah menarik bagi peserta dengan nilai tertinggi, lho!

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement