Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mau Lulus KKN, Mahasiswa Harus Tanam Pohon

Andi Indra , Jurnalis-Sabtu, 02 April 2016 |10:02 WIB
Mau Lulus KKN, Mahasiswa Harus Tanam Pohon
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

MAJENE - Gerakan penghijauan menjadi salah satu fokus Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Bahkan, kegiatan tersebut menjadi salah satu syarat lulus dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bagi mahasiswanya.

Ketua Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Penjaminan Mutu (LPPM & PM) Unsulbar, Dr Abdul Kadir Paloloang, mengatakan, syarat kelulusan bagi mahasiswa lulus dalam program KKN adalah wajib menanam pohon di desa lokasi di mana mereka melaksanakan program KKN.

"Untuk lulus KKN, setiap mahasiswa wajib menanam paling sedikit 25 batang bibit pohon. Bahkan, hal itu akan dicek dosen supervisor mereka sebelum diberikan nilai akhir," ujar Kadir.

Kadir mengatakan, selain di hulu DAS Abaga, penanaman pohon oleh mahasiswa peserta KKN juga berlangsung di 15 titik lainnya di kabupaten Majene dan kabupaten Polewali Mandar. Pencanangan gerakan penanaman pohon Unsulbar pertama kali berlangsung di hulu DAS Abaga tepatnya di Desa Simbang, Kecamatan Pamboang beberapa waktu lalu, dan dihadiri Bupati Majene Kalma Katta.

Para dosen dan mahasiswa melakukan penanaman pohon dari berbagai jenis seperti pohon Mangga, Kemiri dan Lengkeng.

Menanggapi hal itu, warga mengaku sangat menyambut antusias gerakan penanaman tersebut. Apalagi pohon ditanam merupakan tananam produktif atau pohon yang dapat menghasilkan bagi masyarakat. Pohon tersebut berasal dari sumbangsih Dinas Kehutanan Sulbar dan Dinas Kehutanan kabupaten Majene.

"Ini bagus sekali. Apalagi, pohon yang ditanam merupakan tanaman produktif," ujar Sukri, salah seorang warga di Pamboang.

Sementara itu, Rektor Unsulbar Akhsan DJalaluddin mengatakan, program penanaman pohon Unsulbar ini sebagai bagian dari perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya program pengabdian kepada masyarakat. Menurut dia, makin berkurangnya pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS) Abaga menjadi masalah serius bagi Majene. Sebab, dari tahun ke tahun air di DAS Abaga semakin menyusut dan mengakibatkan warga selalu dilanda krisis air. Apalagi, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Majene juga menjadikan air dari DAS Abaga sebagai salah satu sumber pasokan air.

"Unsulbar sebagai bagian dari masyarakat ingin terlibat aktif dalam gerakan menghijaukan kembali DAS Abaga," ujar Akhsan.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement