Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dosen yang Tak Meneliti Lebih Baik Berhenti

Andi Indra , Jurnalis-Rabu, 21 Oktober 2015 |00:07 WIB
Dosen yang Tak Meneliti Lebih Baik Berhenti
Pelatihan penulisan proposal riset bagi dosen di Unsulbar. (Foto: Andi Indra/Okezone)
A
A
A

MAJENE - Penelitian merupakan salah satu tugas pokok dari dosen, dengan meneliti dosen akan melakukan riset yang hasilnya akan berguna bagi masyarakat. Dengan ketentuan itu, penelitian adalah kewajiban para dosen, selain mengajar dan melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Muhammad Arsyad, salah seorang pemateri dalam kegiatan pelatihan proposal penulisan dan pengabdian kepada masyarakat yang digelar Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat dan Penjaminan Mutu (LPPM & PM) Universitas Sulawesi Barat di Majene, baru-baru ini. Menurut Arsyad, jika dosen tidak melakukan penelitian, lebih baik berhenti untuk menjadi dosen.

"Sebab, penelitian merupakan kewajiban bagi dosen, dan kampus merupakan sumber ilmu pengetahuan teknologi dan moral," ujar Arsyad.

Arsyad yang merupakan lulusan S3 Ryukoku University, Kyoto, Jepang mengatakan, di samping menjadi kewajiban, penelitian juga akan menaikkan harga diri dosen. Apalagi, Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek Dikti menganggarkan dana hibah penelitian bagi dosen sekira Rp15 juta hingga Rp2 miliar.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Burhanuddin yang mewakili rektor Unsulbar membuka acara pelatihan mengatakan, kegiatan pelatihan penulisan proposal dilakukan sebagai bentuk dukungan bagi para dosen untuk dapat menyiapkan proposal penelitian yang sesuai standar. Penelitian, kata Burhanuddin, merupakan bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi yang terdiri atas Pendidikan Pengajaran, Penelitian serta Pengabdian kepada masyarakat.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement